RADARPAPUA - Komando Operasi (Koops) TNI Habema memastikan kesiapan penuh untuk mengevakuasi delapan jenazah warga sipil yang menjadi korban pembunuhan kelompok separatis bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Panglima Koops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan seluruh personel maupun alat utama sistem senjata (alutsista) telah dipersiapkan secara maksimal guna mendukung proses evakuasi di lokasi yang memiliki medan berat dan sulit dijangkau.
"Seluruh personel dan alutsista pendukung berada dalam kondisi siap untuk melaksanakan evakuasi secara maksimal dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan, kondisi medan, dan keselamatan seluruh pihak di lapangan," kata Yudha dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Sebelum proses evakuasi dilakukan, Yudha turun langsung meninjau kesiapan prajurit, mulai dari kondisi fisik personel hingga kelengkapan peralatan pendukung operasi.
Menurutnya, kesiapan tersebut sangat penting mengingat medan di wilayah Korowai terkenal berat serta dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem.
Selain akses yang sulit, perubahan cuaca di kawasan pegunungan Papua juga dinilai dapat menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
Meski menghadapi berbagai hambatan, Yudha optimistis seluruh personel mampu menjalankan tugas dengan baik berkat persiapan yang telah dilakukan sebelumnya. Ia juga memberikan sejumlah arahan kepada prajurit terkait strategi pelaksanaan evakuasi agar berjalan aman dan lancar.
Namun demikian, pihak Koops Habema belum memberikan kepastian terkait jadwal dimulainya proses evakuasi tersebut.
Sebelumnya, delapan warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas dilaporkan menjadi korban pembunuhan oleh kelompok OPM di wilayah Korowai, Yahukimo, pada Rabu (20/5).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa para korban bukan anggota aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok bersenjata tersebut.
"Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” kata dia dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis (21/5).
Menurut Wirya, aksi tersebut diduga dilakukan anggota TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka.
Usai melakukan pembunuhan, kelompok bersenjata itu disebut melarikan diri ke wilayah lain. Hingga kini, aparat gabungan masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
Selain fokus pada proses evakuasi korban, Koops Habema juga meningkatkan patroli keamanan di sejumlah wilayah Yahukimo guna memastikan situasi tetap kondusif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat.
Langkah pengamanan tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya gangguan keamanan lanjutan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di wilayah rawan konflik Papua Pegunungan. (antara)
Editor : Tina Mamangkey