Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Sempat Emosional, Pdt. Anton Tegaskan TNI Tak Terlibat Penembakan Putrinya

Tina Mamangkey • Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:15 WIB
Pendeta Anton Wamang. (Istimewa)
Pendeta Anton Wamang. (Istimewa)

 

RADARPAPUA - Kasus penembakan yang menewaskan Nalince Wamang di wilayah Camp Wini MP.69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih terus dalam proses penyelidikan aparat gabungan. 

Di tengah duka yang dialami keluarga, Pendeta Anton Wamang menyampaikan klarifikasi terkait pernyataannya sebelumnya yang sempat menyinggung keterlibatan anggota TNI.

Anton mengaku saat itu dirinya berada dalam kondisi emosional setelah kehilangan putri tercinta, sehingga tidak mampu berpikir secara tenang dan jernih ketika memberikan keterangan kepada media.

“Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul atas meninggalnya anak kami. Dalam keadaan sedih dan emosi, lalu ada bisikan sesat pihak-pihak tertentu, saya menyampaikan pernyataan yang ternyata belum dapat dipastikan kebenarannya kepada media, beberapa hari lalu,” ungkap Pdt. Anton melalui tayangan video, Sabtu, (16/5).

Ia mengatakan sejauh ini dirinya telah menerima penjelasan terkait proses penyelidikan yang sedang berjalan.

Hingga kini, pelaku penembakan disebut masih belum diketahui dan aparat keamanan masih melakukan pengejaran.

“Melalui kesempatan hari ini, saya ingin meluruskan bahwa sampai sekarang pelaku penembakan belum dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan oleh TNI. Polri, pihak HAM, dan lain-lain,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anton juga secara terbuka mencabut pernyataan sebelumnya yang menyebut adanya keterlibatan TNI dalam insiden kematian putrinya. Ia meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum membentuk opini.

“Sehingga saya cabut kembali pernyataan saya di media beberapa hari lalua, dan saya tegaskan TNI tidak terlibat dalam peristiwa kematian puteri tercinta. Saya memohon maaf. Nanti kita akan melakukan penyelidikan bersama-sama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anton berharap kasus tersebut dapat segera terungkap dan pelaku penembakan diproses sesuai hukum yang berlaku agar keluarga mendapatkan keadilan.

 

“Kami keluarga berharap pelaku dapat tertangkap dan diproses seadil-adilnya berdasarkan hukum yang berlaku. Saya juga memohon maaf apabila ada kesalahan dalam tutur kata maupun pernyataan yang saya sampaikan,” tandasnya. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#TNI #Penembakan #Mimika