Ibu Kandung Akademik, Sagrim: Bersama dan Bersatu Membangun Unipa
Axel Refo• Minggu, 23 Mei 2021 | 18:33 WIB
BANGUN KOMUNIKASI: Rektor Unipa Meky Sagrim (duduk tengah) dan jajarannya bertemu para alumni Unipa Provinsi Papua di Jayapura dan sekitarnya, Kamis (20/5/21).JAYAPURA — Universitas Papua (Unipa) menjadi ‘rumah besar dan ibu kandung akedemik’ dari berbagai persoalan dan tantangan menuju akreditas institusi, sehingga menjadi tanggungjawab alumni dan civitas akademika untuk bersinergi dalam memajukannya. Hal ini menjadi salah satu komitmen Rektor Unipa Meky Sagrim dan jajarannya melakukan revitalisasi Ikatan Keluarga Alumni Universitas Papua (IKA-Unipa). Tak tanggung-tanggung Sagrim didampingi Wakil Rektor I Sepus M Fatem, Wakil Rektor III Keliopas Krey, Wakil Rektor IV Irnanda AF Djunna serta Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Pusat (DPP) IKA) Unipa: Yohanes Ada’ Lebang, SP. M.Si beserta rombongan menyempatkan diri bertemu alumni di Provinsi Papua, Kamis (20/5/21). Sagrim menegaskan, saat mencalonkan diri sebagai rektor, ada banyak persoalan yang harus dikerjakan dan butuh sinergitas. Salah satunya akreditasi institusi yang selama berdiri sejak tahun 2000 belum terakreditasi dari 53 program studi pada 13 fakultas (termasuk Pascasarjana), termasuk bagaimana mendorong Unipa menuju Badan Layanan Umum (BLU). Kata Sagrim, dengan adanya komitmen penyelenggaraan Unipa di bawah kepemimpinannya, dalam melakukan ‘restorasi dan transformasi’ secara menyeluruh, sebagai upaya komitmen untuk ibu kandung, komitmen untuk alumni dan semua mahasiswa yang sedang melakukan studi. “Dengan adanya otonomi khusus, saat ini kami terus berupaya menjadikan Unipa sebagai Badan Layanan Umum (BLU) dan melakukan reformasi kelembagaan, sarana/prasarana/sertifikasi laboratorium, kemasiswaan, internet, tanah Unipa, kesejahteraan, keamanan kampus dan perpustakaan, sehingga akreditasi institusi tidak bisa dilaksanakan tanpa dukungan dari para alumni. Ini menjadi tanggungjawab bersama-sama seperti adanya dokumen penyusunan akreditasi, bahan dari kegiatan alumni yang diinput dalam sistem akreditasi perguruan tinggi secara online (Sapto),” kata Sagrim. Untuk itu, Sagrim meminta seluruh elemen terkait tak terkecuali para alumni satukan kekuatan. “Tantangan ini tidak mungkin dikerjakan sendiri tanpa dukungan dari para alumni secara keseluruhan, baik seperti para alumni Unipa yang telah sukses di pemerintahan maupun legislatif, pengusaha dan sebagainya,” harap Sagrim. “Semua dari amban (SDA), Saya pikir semangat ini yang perlu kita pegang untuk kemudian membangun komitmen, bangun kebersamaan untuk bagaimana mewujudkan Unipa ini menjadi universitas yang berdaya saing. Mari kita bersama dan b ersatu membangun Unipa,” tandas Sagrim. Sedangkan Wakil Rektor III Keliopas Krey mengakui, selamai ini alumni belum diakomodir dalam pembahasan program kampus. Namun dengan kepemimpinan rektor saat ini, alumni sudah menjadi pembahasan dan diberi ruang dalam membesarkan dan menggerakkan alumni hingga penganggaran kegiatan alumni. “Upaya alumni dalam menggerakkan sentra akedemik menjadi tanggungjawab besar. Alumni menjadi indikator kinerja utama kementerian hingga sampai jurusan dan indikator ini berada pada urutan nomor satu. Dengan demikian, dengan memberikan ruang kepada alumni untuk masuk ke kampus terkait apa yang bisa dikontribusi oleh kedua belah pihak dalam memperkuat ‘capacity building’ dari mahasiswa kita saat ini,” imbuh Krey. Sekjend DPP-IKA Unipa, Yohanes Ada’ Lebang, menjelaskan, program kerja utama diantaranya pelantikan pengurus di tingkat kabupaten/kota, belum terlaksana; pendataan data base alumni melalui aplikasi, https://s.id/IKAUNIPA, belum maksimal partisipasi alumni; termasuk iuran wajib alumni setiap tahun sebesar Rp 250/tahun melalui, Rekening BRI No. 035301002122300; serta pembangunan auditorium alumni di Kampus Unipa, melalui Donasi bersama pada Rekening Donasi Pembangunan Auditorium Alumni Unipa, BNI No. 0806356167. Serta, pelaksanaan kegiatan di bidang juga diakui belum maksimal, sehingga diharapkan di masa kepemimpinan Ketua Umum Petrus kasihiw, semua yang direncanakan dapat dimaksimalkan hingga akhir kepengurusan di tahun 2022. “Semua masukan dan saran pendapat yang disampaikan saat kunjungan kerja rektor Unipa dalam rangka revitalisasi ikatan keluarga alumni Unipa saat bertemu Ketua Umum DPP IKA-Unipa di Bintuni dan pertemuan bersama alumni di Kota Jayapura, akan dikomunikasikan bersama ketua umum dan penguruss DPP-IKA Unipa, termasuk rencana pelaksanaan rapat kerja (Raker) di akhir tahun 2021 di Kota Sorong serta rencana pelaksanaan musyawarah besar (Mubes) ke-3 di Kabupaten Manokwari November 2022 mendatang bersamaan dengan Expo Pendidikan dan Dies Natalis Unipa ke-22. “Pelantikan pengurus DPC-IKA UNIPA Kabupaten Teluk Bintuni 29 Mei 2021 mendatang, merupakan momentum dari bagaimana menggerakkan dan menyatukan kekuatan dan potensi yang dimiliki alumni di setiap daerah untuk melakukan hal yang sama atas kecintaan kita terhadap almamater, demi kejayaan Unipa di atas Tanah Papua dan Tanah Air Indonesia. Oleh sebab itu, Ilmu Untuk Kemanusiaan Sebagai Kekuatan Dari Alumni Dalam Mewujudkan Kecintaan dan Citra Kampus dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua agar menjadi komitmen bersama alumni, Salam Almamater,” ujar Lebang. Sementara itu, Koordinator Wilayah Papua, DPP-IKA Unipa, Tulus Sianipar, mengapresiasi Rektor Unipa Meky Sagrim dan jajarannya yang telah menfasilitasi terlaksananya pertemuan bersama alumni di Provinsi Papua khususnya di Kota Jayapura dan sekitarnya. Perlu diketahui, bahwa beberapa kepengurusan di Kabupaten/ Kota di Provinsi Papua sudah siap, diantanya Kabupaten Merauke dan Timika serta kabupaten lainnya yang dalam persiapan serta koordinasi. Untuk Jayapura yang dibentuk dalam wilayah adat seperti kepengurusan Mamta, sehingga ketua dari kabupaten yang memiliki adat yang sama dan dalam kondisi kewilayahan maupun jumlah alumni yang sedikit kepegurusannya dapat digabungkan dalam satu wadah yang sama. “Kabupaten lain yang sudah siap dan telah membentuk kepengurusannya akan lebih mudah lagi dalam melegalkan dan meresmikan sehingga koordinasi dan komunikasi terus akan dibangun. Sedangkan kepengurusannya dengan konsep struktur wilayah adat seperti di Kabupaten Jayapura dengan kepengurusan DPC-IKA UNIPA Mamta ini juga diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat sebelum berakhirnya kepengurusan DPP-IKA Unipa,” tukas Tulus Sianipar. (ris/xlo) Editor : Axel Refo