RADARPAPUA - Setiap tanggal 5 November, orang Minahasa merayakan Hari Jadi Minahasa. Perayaan ini dirayakan bukan hanya di Kabupaten Minahasa, tapi juga oleh semua orang Minahasa yang tinggal di Manado, Tomohon, Bitung, dan daerah lainnya.
Menurut cerita lama, leluhur orang Minahasa bernama Toar dan Lumimuut. Tapi ada versi menarik yang mengatakan bahwa keduanya berasal dari Mongolia, bukan dari hubungan ibu dan anak seperti cerita lain.
Dalam cerita itu, Toar adalah panglima perang gagah dari pasukan Genghis Khan, sedangkan Lumimuut adalah pelayan istana yang sangat cantik. Mereka saling jatuh cinta, lalu melarikan diri dari Mongol karena ada orang jahat yang ingin menyingkirkan Toar.
Keduanya berlayar jauh ke selatan dan akhirnya tiba di Likupang, Sulawesi Utara. Di sana, mereka menikah dan membangun tempat baru bernama Watu Pinawetengan. Dari pasangan ini lahirlah sembilan anak yang menjadi nenek moyang berbagai suku Minahasa seperti Tombulu, Tontemboan, Tonsea, dan Toulour.
Walau belum bisa dibuktikan secara sejarah, kisah Toar dan Lumimuut dianggap sebagai mitos leluhur Minahasa. Cerita ini mengajarkan tentang keberanian, kesetiaan, dan cinta terhadap tanah asal, serta menjadi simbol kebanggaan orang Minahasa hingga sekarang. (*)
Editor : Richard Lawongan