Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

PBB Kutuk Keras Penjarahan di Pusat Logistik Bagi Warga Konflik Sudan

Tina Mamangkey • Sabtu, 3 Juni 2023 | 14:30 WIB
Ilustrasi konflik Sudan. (ANTARA)
Ilustrasi konflik Sudan. (ANTARA)

RADARPAPUA.ID - Di tengah konflik, pusat bantuan logistik El Obeid di Sudan dijarah. Badan makanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) turut mengutuk keras tindakan penjarahan tersebut.

Program Pangan Dunia (WFP) mengungkapkan, serangan terhadap El Obeid membuat bantuan makanan bagi 4,4 juta warga yang terdampak konflik berada dalam resiko.

"Pencurian atas bantuan pangan kemanusiaan dan aset benar-benar mengacaukan operasi ini di masa-masa kritis bagi rakyat Sudan. Ini harus berhenti." lanjut pernyataan itu dilansir dari ANTARA, Jumat (1/7).

El Obeid merupakan tempat salah satu pusat logistik WFP terbesar di benua Afrika. Tempat tersebut menjadi bantuan kehidupan utama bagi aktivitas di Sudan dan Sudan Selatan. Dalam laporan resmi mengatakan tidak hanya makanan dan persediaan nutrisi, tetapi juga kendaraan, bahan bakar dan generator telah dijarah.

Serangan penjaraha ini bukanah yang pertama. Sejauh ini, WFP mencatat kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari 60 juta dolar AS atau sekitar Rp 899,4 miliar sejak kekerasan meletus pada 15 April lalu.

Badan tersebut mengulangi seruannya kepada semua pihak yang berkonflik untuk memastikan keselamatan dan keamanan bantuan kemanusiaan.

WFP memperingatkan bahwa sekitar 2 sampai 2,5 juta penduduk Sudan diperkirakan akan kelaparan dalam beberapa bulan mendatang akibat kekerasan yang berlangsung, yang akan membuat kerawanan pangan akut di Sudan menyentuh rekor, dengan lebih dari 19 juta penduduk terdampak, atau 40 persen dari populasi.(jpc)

Editor : Tina Mamangkey
#sudan #penjarahan bantuan #bantuan makanan #PBB #Konflik Sudan