Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

PBB Kecam Kekerasan dan Kehilangan Nyawa di Wilayah Pendudukan Palestina

Tina Mamangkey • Kamis, 22 Juni 2023 | 16:19 WIB
Foto arsip: Pengunjuk rasa Palestina berlarian untuk berlindung dari tabung gas air mata yang ditembakkan pasukan keamanan Israel dalam bentrokan di pos pemeriksaan Qalandia di dekat Kota Ramallah.
Foto arsip: Pengunjuk rasa Palestina berlarian untuk berlindung dari tabung gas air mata yang ditembakkan pasukan keamanan Israel dalam bentrokan di pos pemeriksaan Qalandia di dekat Kota Ramallah.

RadarPapua.id - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Antonio Guterres, telah mengungkapkan keprihatinannya terhadap kekerasan dan hilangnya nyawa di wilayah pendudukan Palestina pada Rabu (21/6).

Dalam pernyataan yang dikutip dari Antara pada Kamis (22/6), Farhan Haq, wakil juru bicara Sekjen PBB, menyampaikan, "Sekjen mengutuk semua aksi kekerasan terhadap warga sipil, termasuk aksi teror."

"Pernyataan itu mencakup penembakan kemarin oleh dua warga Palestina bersenjata yang menewaskan empat warga Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat dan melukai lainnya," lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut juga menyoroti tindakan vandalisme dan pembakaran tanah serta properti, termasuk sekolah, yang dilakukan oleh pemukim Israel di desa-desa Palestina di sekitar Nablus dan Ramallah.

Guterres juga mengekspresikan keprihatinannya terkait peristiwa di Jenin pada 19 Juni, di mana operasi yang dilakukan oleh aparat keamanan Israel dan baku tembak yang terjadi mengakibatkan tujuh warga Palestina tewas, termasuk dua anak-anak yang merupakan siswa sekolah UNRWA.

"Penting sekali untuk mengurangi ketegangan dan mencegah eskalasi lebih lanjut," tegas pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, pernyataan tersebut menyatakan, "Sebagai penguasa pendudukan, Israel harus memastikan perlindungan terhadap penduduk sipil dari segala bentuk tindakan kekerasan dan para pelaku harus dimintai pertanggungjawaban."

PBB juga meminta Israel untuk mematuhi kewajibannya sesuai hukum internasional, termasuk penggunaan kekuatan secara proporsional dan melaksanakan semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi warga sipil selama operasi militer.

"Pada akhirnya, hanya melalui proses politik yang bermakna dan mengakhiri pendudukan, siklus kekerasan yang menyebabkan penderitaan dan kehilangan nyawa yang tak berperikemanusiaan ini dapat diakhiri," demikian bunyi pernyataan tersebut.(jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#konflik palestina-israel #Palestina dan Israel #PBB