RADARPAPUA - Konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlanjut hingga saat ini. Namun, tidak banyak diketahui bahwa ribuan warga dari kedua negara tersebut telah menemukan tempat perlindungan di Bali.
Setelah invasi Rusia ke Ukraina yang terjadi 16 bulan yang lalu, banyak warga dari Rusia dan Ukraina yang memilih Bali sebagai rumah sementara mereka.
Data pemerintah mencatat bahwa pada tahun 2022, sekitar 7.000 warga Ukraina datang ke Bali.
Pada bulan Januari 2023, jumlah warga Ukraina yang mengunjungi Bali meningkat menjadi sekitar 2.500 orang.
Sedangkan untuk warga Rusia, sejak tahun lalu sudah lebih dari 58.000 warga Rusia yang berada di Bali.
Tjokorda Bagus Pemayun, Kepala Dinas Pariwisata Bali, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah turis ini terjadi dalam setahun terakhir.
"Tahun 2022 merupakan puncaknya, sejak Bali dibuka tanpa karantina Covid-19 pada 7 Maret 2022.
Mengapa mereka memilih Bali, mungkin karena Bali dikenal sebagai tempat yang damai," ungkap Tjokorda seperti yang dikutip dari CNA.
Salah satu warga Ukraina bernama Dmytro mengungkapkan bahwa saat invasi terjadi, dia sedang berlibur di Bali.
Akhirnya, Dmytro memutuskan untuk memperpanjang masa tinggalnya di Bali sambil membentuk komunitas warga Ukraina di sana.
"Dalam beberapa bulan terakhir, kami fokus pada membangun komunitas ini.
Tujuan kami tetap sama, yaitu membantu sesama warga Ukraina dan menjalin hubungan baik dengan pemerintah lokal, polisi, warga, dan budaya setempat," ujar Dmytro.
Di sisi lain, warga Rusia juga melakukan hal serupa dengan membantu sesama warga Rusia yang berusaha pindah ke Bali.
Meskipun jauh dari tanah kelahiran mereka, warga Rusia dan Ukraina tetap menantikan kesempatan untuk kembali ke negara asal mereka sambil menunggu berakhirnya konflik tersebut. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey