RADARPAPUA - Seorang pria asal Prancis yang menjadi terkenal berkat aksi-aksi berani yang diunggah di media sosial diduga meninggal dunia setelah kecelakaan tragis di Hong Kong pekan lalu.
Menurut para penyelidik, Lucidi datang ke gedung tersebut pada malam hari dan memberitahu petugas keamanan bahwa ia sedang mengunjungi seorang teman di lantai 40.
Lucidi berhasil mencapai lantai paling atas, dan menurut South China Morning Post, dia terjebak di luar dan mulai panik saat mengetuk jendela, membuat pelayan di dalam terkejut. Kemudian, tanpa sengaja ia kehilangan pijakan dan terjatuh.
Para pejabat Hong Kong menyatakan bahwa petugas keamanan gedung berusaha untuk memverifikasi klaim Lucidi bahwa ia mengunjungi seorang teman di lantai 40, namun diketahui bahwa content creator tersebut telah naik lift pada saat itu.
Sebuah sumber mengungkapkan bahwa Lucidi terakhir kali terlihat hidup saat mengetuk jendela penthouse di lantai 68 Tregunter Tower sekitar pukul 19.30, yang kemudian membuat seorang pelayan melapor kepada polisi.
Polisi menemukan kamera olahraga milik Lucidi di tempat kejadian, berisi video olahraga ekstrem. Pernyataan resmi dan penyebab kematian Lucidi belum diungkap oleh polisi Hong Kong.
“Pria itu diyakini terlibat dalam olahraga ekstrem,” kata polisi.
“Petugas melakukan penyelidikan awal dan menyatakan bahwa dia tampaknya jatuh dari atap. Tidak ada catatan bunuh diri yang ditemukan di tempat kejadian. Penyebab kematiannya akan diverifikasi melalui otopsi,” tambahnya.
Beberapa waktu sebelum kematiannya, Lucidi membagikan foto pemandangan Hong Kong di profil Instagram-nya.
Berdasarkan halaman media sosialnya, Lucidi telah berpetualang di berbagai belahan dunia, termasuk Bulgaria, Portugal, Prancis, Ukraina, dan Dubai.
Salah satu foto di Instagram-nya menunjukkan dirinya berdiri di puncak gedung pencakar langit yang menghadap ke Sheikh Zayed Road di Dubai.
Lucidi mulai memanjat gedung pencakar langit pada tahun 2016. Sejak saat itu, pecinta olahraga ekstrem ini telah menjelajahi dunia untuk mencoba berbagai aksi lainnya. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey