Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tiongkok Atur Durasi Penggunaan Gawai pada, Usia 16-18 Tahun 2 Jam, di Bawah 8 Tahun 8 Menit

Tina Mamangkey • Sabtu, 5 Agustus 2023 | 13:46 WIB
Dua anak muda sedang memeriksa smartphone mereka saat sedang bersantai di sebuah cafe di Shanghai, Tiongkok. (REUTERS/Aly Song)
Dua anak muda sedang memeriksa smartphone mereka saat sedang bersantai di sebuah cafe di Shanghai, Tiongkok. (REUTERS/Aly Song)

RADARPAPUA - Regulator dunia maya Tiongkok, Cyberspace Administration of China (CAC), telah mengumumkan kebijakan baru terkait penggunaan smartphone oleh anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Kebijakan ini mengharuskan batasan maksimal dua jam sehari bagi mereka dalam menggunakan gawai mereka, seperti dilansir dari Reuters.

Selain itu, CAC juga ingin penyedia smartphone memperkenalkan program yang akan melarang pengguna di bawah 18 tahun mengakses internet di perangkat mereka antara pukul sepuluh malam hingga enam pagi.

Pengguna berusia 16 hingga 18 tahun masih diizinkan mengakses internet selama dua jam sehari, sementara anak-anak berusia delapan hingga 16 tahun akan diberikan durasi selama satu jam.

Sedangkan anak-anak di bawah delapan tahun hanya diperbolehkan menggunakan gawai selama delapan menit. Meskipun begitu, CAC memberikan kelonggaran bagi orang tua untuk memilih batas waktu yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak-anak mereka.

Tentu saja, kebijakan ini menuai beragam reaksi dari berbagai pihak. Xia Hailong, seorang pengacara di firma hukum Shanghai Shenlun, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak aturan ini pada perusahaan internet.

Dia berpendapat bahwa penerapan persyaratan baru ini akan menimbulkan tantangan besar dan biaya tambahan bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

Selain itu, risiko ketidakpatuhan juga diprediksi akan tinggi. Akibatnya, ada kemungkinan bahwa beberapa perusahaan internet akan memilih untuk secara langsung melarang akses bagi anak-anak di bawah usia yang ditentukan dari layanan mereka.

Kebijakan ini sendiri muncul sebagai respons atas kekhawatiran yang diungkapkan oleh pihak berwenang mengenai tingkat miopi atau rabun jauh yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan anak muda.

Miopi adalah kondisi mata yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur pada objek yang jauh, sementara objek yang dekat tetap terlihat jelas. Tingkat keparahan rabun jauh dapat berbeda-beda pada tiap individu.

Meskipun tujuan kebijakan ini adalah untuk melindungi kesehatan mata anak-anak dan mengurangi kecanduan internet di kalangan generasi muda, namun tentu saja pelaksanaannya akan menjadi tantangan bagi pihak-pihak terkait, terutama perusahaan internet yang harus beradaptasi dengan peraturan baru ini.

Bagaimanapun juga, langkah ini menegaskan komitmen Tiongkok dalam menghadapi masalah kesehatan yang dianggap penting bagi masyarakatnya. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#gawai #kecanduan gadget #Tiongkok #Miopi #Kecanduan Gadget terhadap anak