RADARPAPUA - Dewan Gereja Dunia (WCC) di Yerusalem telah mengungkapkan keprihatinannya terkait persekusi yang dialami oleh warga Kristen di kota tersebut. Menurut koordinator WCC di Yerusalem, Youssef Daher, tindakan persekusi ini telah dilakukan oleh kelompok ekstremis Israel tanpa adanya tindakan yang tegas dari pemerintah.
Dalam pernyataannya kepada kantor berita Anadolu, Youssef Daher menyatakan, "Kami mengalami persekusi terhadap komunitas dan agama kami. Ada persekusi oleh Yahudi Israel, yang dipicu oleh kelalaian kepolisian atau pernyataan menteri-menteri kabinet Israel."
Sebuah video yang beredar pada Senin (2/10) memperlihatkan pemukim Israel meludahi tanah ketika sekelompok warga Kristen meninggalkan gereja di Kota Tua Yerusalem. Hal ini telah memicu kecaman dan keprihatinan dari Dewan Gereja Dunia.
Youssef Daher menegaskan, "Jika polisi serius, mereka tidak akan membiarkan insiden semacam itu terjadi. Ada kelalaian dari otoritas Israel, dan ini mendorong para ekstremis untuk melanjutkan tindakan mereka."
Dia juga memperkirakan bahwa jumlah warga Kristen Palestina di Yerusalem sekitar 8.000 orang, dan dalam beberapa bulan terakhir, mereka mencatat sejumlah serangan terhadap gereja mereka. "Gereja-gereja telah mengadukan masalah ini kepada polisi Israel, tetapi tidak ada tindakan apa pun yang diambil," kata Daher.
Yerusalem Timur, yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967, memiliki sejumlah situs suci dan bersejarah bagi umat Kristen, termasuk Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre). (jpg)
Editor : Tina Mamangkey