Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Skandal Pelecehan Seksual oleh Pendeta di Spanyol, Lebih dari 200.000 Anak Jadi Korban

Tina Mamangkey • Sabtu, 28 Oktober 2023 | 10:26 WIB
Ombudsman nasional Spanyol, Ángel Gabilondo, berpidato di konferensi pers di Madrid. Sumber Foto: Javier Soriano/AFP
Ombudsman nasional Spanyol, Ángel Gabilondo, berpidato di konferensi pers di Madrid. Sumber Foto: Javier Soriano/AFP

RADARPAPUA - Lebih dari 200.000 Anak Mengalami Pelecehan Seksual oleh Pendeta di Spanyol Sejak 1940. Menurut laporan yang dikutip dari The Guardian, lebih dari 200.000 anak di Spanyol diperkirakan telah menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh pendeta Katolik Roma sejak tahun 1940.

Meskipun laporan ini tidak memberikan angka spesifik, hasil jajak pendapat yang melibatkan lebih dari 8.000 orang dewasa mengungkapkan bahwa sekitar 0,6% dari responden mengaku pernah mengalami pelecehan seksual oleh anggota pendeta ketika mereka masih anak-anak. Jumlah ini setara dengan perkiraan lebih dari 200.000 korban di antara populasi orang dewasa Spanyol yang mencapai sekitar 39 juta jiwa.

Bahkan lebih mengkhawatirkan, proporsi ini meningkat menjadi 1,13% jika pelecehan yang melibatkan anggota gereja awam juga diperhitungkan, demikian seperti yang disampaikan ombudsman nasional Spanyol, Ángel Gabilondo, dalam sebuah konferensi pers.

Gereja Katolik Roma telah menghadapi serangkaian skandal pelecehan seksual di seluruh dunia selama dua dekade terakhir, yang sering kali melibatkan anak-anak.

Di Spanyol, sebuah negara yang secara tradisional beragama Katolik dan kini semakin sekuler, tuduhan pelecehan yang melibatkan para pendeta semakin mendapat sorotan. Bahkan, para penyintas telah menuduh bahwa tindakan yang diambil terhadap kasus-kasus pelecehan tersebut tidak mencukupi.

Ángel Gabilondo, mantan menteri pendidikan dan sekarang ombudsman nasional Spanyol, mengungkapkan keprihatinannya dengan mengatakan, "Sayangnya, selama bertahun-tahun, ada keinginan tertentu untuk menyangkal pelanggaran atau untuk menyembunyikan atau melindungi para pelaku."

Laporan ini secara tegas mengkritik sikap gereja dalam menangani kasus pelecehan anak yang melibatkan para pendeta dan merekomendasikan pembentukan dana negara untuk memberikan ganti rugi kepada para korban.

Tepat sebelum laporan tersebut disampaikan di parlemen, Konferensi Waligereja Spanyol mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan pertemuan luar biasa pada hari Senin untuk membahas temuan-temuan ini. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#SPANYOL #gereja katolik roma #Pendeta #pelecehan seksual #Pelecehan Anak