RADARPAPUA - Seorang warga Rusia bernama Nikita Zhuravel telah dihukum tiga setengah tahun penjara setelah dinyatakan bersalah membakar Al-Quran di sebuah masjid pada tahun sebelumnya.
Putusan ini dijatuhkan pada Selasa (27/2) di wilayah Chechnya, Rusia, oleh Hakim Ruslan Dandayev, sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut.
Situs berita Rusia, SOTA Vision, mengunggah video yang menampilkan Zhuravel berdiri di ruang sidang dengan jeruji putih saat mendengar putusan hakim.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters, Zhuravel memohon maaf kepada umat Muslim karena telah menyakiti perasaan mereka dengan perbuatannya.
Dia juga mengakui kesalahannya dan mengungkapkan bahwa dia tidak mempertimbangkan konsekuensi dari tindakannya.
Zhuravel sebelumnya ditangkap pada Mei 2023 di Volgodrad, Rusia Selatan, karena membakar Al-Quran di depan sebuah masjid atas perintah dinas khusus Ukraina.
Selama interogasi, dia mengakui bahwa tindakannya dilakukan atas permintaan pihak Ukraina demi imbalan finansial.
Penyelidikan kemudian diambil alih oleh Staf Komite Investigasi Rusia di Chechnya, dan Zhuravel dipindahkan ke pusat penahanan pra-sidang di Grozny.
Chechnya dikenal memiliki populasi Muslim yang signifikan, dengan kepemimpinan yang pro-Kremlin.
Ramzan Kadyrov, pemimpin Chechnya, menggambarkan dirinya sebagai pembela agama Islam yang terkemuka di Rusia.
Pada September 2023, Kadyrov merilis sebuah video di mana putranya, Adam, terlihat menyerang Zhuravel saat penangkapan sebelum persidangan.
Kadyrov menyatakan kebanggaannya atas tindakan putranya yang dianggapnya sebagai pembelaan terhadap agama mereka.(jpg)
Editor : Tina Mamangkey