RADARPAPUA - 104 warga Palestina dilaporkan tewas dan 760 lainnya cedera setelah tentara Israel menembaki kerumunan warga di Kota Gaza pada Kamis (29/2) saat mereka menunggu bantuan kemanusiaan.
Saksi mata menyebutkan bahwa ratusan warga Palestina berkerumun di dekat daerah Dowar al-Nablusi ketika mereka secara tiba-tiba diserang.
Media lokal menuduh pasukan Israel melakukan tindakan berdarah dingin, mengetahui bahwa kerumunan tersebut adalah warga yang hanya menunggu bantuan.
"Pihak penjajah memiliki niat yang sudah direncanakan untuk melancarkan pembantaian yang mengerikan ini," demikian pernyataan dari media setempat yang dikutip dari Antara.
Israel, sementara itu, mengklaim sebagian besar korban tewas adalah akibat terjatuh dan tertabrak dalam kekacauan kerumunan serta berusaha mendekati pos pemeriksaan Israel yang dilalui oleh truk bantuan.
Militer Israel menyatakan bahwa tembakan diberikan sebagai tindakan peringatan dan hanya ditujukan ke arah kaki warga Palestina yang tidak berhenti mendekati pos tersebut.
Agresi militer Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menyebabkan lebih dari 30.035 warga Palestina tewas dan lebih dari 70.000 lainnya cedera.
Israel juga melakukan blokade total terhadap Jalur Gaza, yang mengancam warga Gaza dengan kelaparan, terutama di bagian utara.
PBB mengungkapkan bahwa aksi Israel telah mengakibatkan 85 persen penduduk Gaza terusir dari rumah mereka, 60 persen infrastruktur Gaza hancur, dan krisis makanan, air bersih, dan obat-obatan yang parah.
Menanggapi tuntutan Afrika Selatan atas agresi militer Israel, Mahkamah Internasional mengeluarkan putusan awal pada 26 Januari yang menyerukan Israel untuk menghentikan tindakan genosida dan memperbaiki kondisi kemanusiaan di Gaza. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey