Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Bahaya DBD, Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Tina Mamangkey • Selasa, 13 Juni 2023 | 21:21 WIB
Ilustrasi DBD. Dok JawaPos
Ilustrasi DBD. Dok JawaPos

RADARPAPUA.ID - Penyakit demam berdarah perlu diwaspadai seiring dengan meningkatnya suhu di Indonesia. Nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi penyebab DBD, menjadi lebih ganas saat suhu meningkat.

Dokter Spesialis Anak dari RS Cipto Mangunkusumo, dr. Mulya Rahma Karyanti, menjelaskan bahwa infeksi dengue disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina. Nyamuk tersebut membutuhkan darah untuk bertelur.

"Masa inkubasi penyakit ini adalah 5 hingga 10 hari, dengan rata-rata 7 hari sejak gigitan nyamuk hingga munculnya gejala," kata dr. Mulya kepada wartawan pada Selasa (13/6).

"Nyamuk tersebut biasanya menggigit pada saat terang, mulai dari jam 08.00 hingga jam 10.00 pagi, dan menjelang sore, antara jam 15.00 hingga 17.00.

Pada rentang waktu tersebut, nyamuk paling aktif dalam menggigit," tambah dr. Mulya.

Gejala-gejala infeksi dengue yang sering terjadi, menurut dr. Mulya, meliputi demam mendadak yang tinggi selama 2 hingga 7 hari, kemerahan pada wajah, sakit kepala, mual, kadang-kadang muntah, sakit perut, sakit tulang, dan pada orang dewasa, sering terjadi nyeri pada sendi dan otot.

"Selain itu, gejala lainnya meliputi diare, bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB berdarah, tangan dan kaki yang dingin dan lembab, kelemahan, dan tidur terus-menerus," jelas dr. Mulya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk waspada terhadap demam berdarah. Pada musim kemarau ini, nyamuk Aedes aegypti akan semakin aktif.

"Frekuensi gigitan nyamuk ini akan meningkat 3 hingga 5 kali lipat ketika suhu meningkat di atas 30 derajat," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, dr. Imran Pambudi, pada Selasa (12/6).

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gigitan nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan data jumlah kasus sejak tahun 1968, dr. Imran mengatakan bahwa kasus DBD cenderung meningkat saat terjadi fenomena El Nino.(jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Nyamuk Demam berdarah #demam berdarah #dbd #cuaca panas