Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Waspadai Varian Baru Covid-19 Eris, Kini Menyebar di Inggris, Kenali Gejala dan Penyebarannya

Tina Mamangkey • Rabu, 9 Agustus 2023 | 07:40 WIB
Varian Eris menjadi varian Covid-19 paling umum kedua di Inggris setelah Arcturus. (Eye News)
Varian Eris menjadi varian Covid-19 paling umum kedua di Inggris setelah Arcturus. (Eye News)

RADARPAPUA - Varian baru Covid-19 dengan cepat menyebar di seluruh Inggris Raya, memicu kekhawatiran di kalangan pejabat kesehatan. Covid-19 varian EG.5.1, juga dikenal sebagai Eris, muncul sebagai turunan dari varian Omicron dan pertama kali terdeteksi di Inggris pada Juli.

Salah satu perwakilan Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menyatakan, "Sinyal kemunculan EG.5.1 pertama kali terlihat pada 3 Juli 2023. Karena laporan internasional meningkat, terutama di Asia, kami mengangkat status dari sinyal pemantauan menjadi varian V-23JUL-01 pada 31 Juli 2023.

Ini dilakukan seiring dengan pertumbuhan genom dalam data Inggris dan di seluruh dunia. Mengklasifikasikannya sebagai varian akan memungkinkan analisis yang lebih mendalam."

Menurut laporan Daily Express, sejak dikategorikan sebagai varian baru pada 31 Juli, Eris telah menyebabkan sepuluh kasus Covid-19 di Inggris.

UKHSA menyatakan bahwa varian ini menjadi yang paling umum setelah varian Arcturus XBB.1.16. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memasukkan Eris dalam daftar varian yang diawasi.

Berdasarkan laporan terbaru UKHSA, kasus Covid-19 varian Eris terus meningkat di seluruh negeri. Peningkatan ini juga mengakibatkan kenaikan kasus rawat inap.

Dr. Mary Ramsay, Kepala Imunisasi UKHSA, mengatakan bahwa meskipun tingkat rawat inap masih rendah, peningkatan tersebut harus tetap dipantau.

Profesor Lawrence Young dari Warwick University menyatakan bahwa peningkatan kasus Covid-19 dapat disebabkan oleh cuaca buruk dan peningkatan kunjungan ke bioskop.

Dia mengingatkan bahwa peringatan ini menunjukkan bahwa waspada terhadap varian dan persiapan untuk lonjakan infeksi di musim gugur atau musim dingin tetap diperlukan.

Menurut Studi Kesehatan Zoe yang dilaporkan oleh The Mirror, gejala utama varian Eris mirip dengan varian Omicron. Gejala tersebut termasuk sakit tenggorokan, pilek, hidung tersumbat, bersin, batuk kering, batuk berdahak, sakit kepala, suara serak, nyeri otot, dan perubahan penciuman. Namun, sesak napas, kehilangan penciuman, dan demam bukan lagi gejala utama.

Apoteker Duncan Reid dari Pharmacy2U mengatakan bahwa varian Eris memiliki tingkat penularan dan penghindaran kekebalan yang sebanding dengan Omicron.

Namun, jika gejala disertai demam atau gangguan aktivitas, disarankan untuk tetap di rumah dan mengurangi kontak dengan orang lain.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengingatkan bahwa walaupun orang telah divaksinasi dan memiliki kekebalan, negara tidak boleh lengah. Dia mendorong penggunaan masker di tempat umum dan pemeliharaan sistem yang telah dibangun untuk penanganan Covid-19. (jpg)

 
 
 
Editor : Tina Mamangkey
#Inggris #gejala varian eris #covid-19 #varian eris