RADARPAPUA - Munculnya bau badan sering kali dikaitkan dengan kebiasaan seperti jarang mandi, mandi tak bersih, tidak menggunakan deodoran, masalah kulit, dan penggunaan pakaian yang sama dalam jangka waktu lama.
Namun, selain faktor-faktor tersebut, bau badan juga dapat disebabkan oleh kekurangan asupan nutrisi penting bagi tubuh.
Nutrisi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta mikronutrien seperti mineral dan vitamin.
Dilansir oleh Livestrong pada Minggu (12/11), kekurangan tiga nutrisi tertentu dapat menjadi pemicu bau badan.
Apa sajakah nutrisi tersebut? Berikut penjelasannya.
1. Zinc
Zinc adalah mineral yang mendukung sistem kekebalan tubuh, indera perasa dan penciuman, kesehatan prostat, pembentukan sel, penyembuhan luka, serta pemecahan karbohidrat.
Kekurangan Zinc dapat menghambat proses detoksifikasi yang berkontribusi pada bau badan.
Zinc oxide, gabungan Zinc dan molekul oksigen, sering ditemui dalam deodoran karena sifat antimikroba yang melawan keringat dan bakteri.
Gejala kekurangan Zinc meliputi rambut rontok, diare, penurunan berat badan, kesulitan penyembuhan luka, kelelahan, gangguan penglihatan, penciuman, pengecap, dan munculnya ruam di kulit.
Untuk mencegahnya, konsumsilah makanan kaya Zinc seperti tiram, daging sapi, domba, biji-bijian utuh, kepiting, dan ayam hitam.
2. Vitamin C
Menurut penelitian Nutrients, penyakit kudis dapat disebabkan oleh kurangnya asupan Vitamin C.
Meskipun jarang terjadi di negara maju, orang lanjut usia, kelompok berpenghasilan rendah, dan kelompok tertentu berisiko mengalami kekurangan ini.
Keringat berbau tidak sedap dapat menjadi gejala penyakit kudis, sementara Vitamin C dapat meningkatkan antibodi dan mengatasi masalah bau badan."
Sumber Vitamin C dapat ditemukan pada buah-buahan citrus seperti jeruk, lemon, kentang, tomat, bayam, kiwi, melon, semangka, stroberi, rasberi, dan brokoli.
3. Riboflavin atau Vitamin B2
Seseorang dapat menghasilkan bau amis meskipun tidak mengonsumsi hidangan laut. Hal ini terkait dengan suatu kondisi yang disebut Trimethylaminuria atau sindrom bau ikan.
Penderita Trimethylaminuria mengalami penumpukan senyawa trimetilamina dalam tubuh, yang dikeluarkan melalui keringat, urin, cairan reproduksi, dan napas, menghasilkan bau amis yang menyengat.
Menurut National Human Genome Research Institute, penderita kondisi ini disarankan untuk mengonsumsi suplemen riboflavin atau Vitamin B2.
Sumber riboflavin juga terdapat dalam daging sapi, tahu fortifikasi, ikan salmon, bayam, alpukat, susu rendah lemak, dan kacang almond.
Setelah memastikan kecukupan ketiga nutrisi di atas, terdapat pula rekomendasi makanan alami yang sehat untuk membantu mengatasi bau badan.
Dilansir oleh Healthshots, teh hijau, jeruk, fenugreek, kapulaga, dan sayuran hijau dapat menjadi pilihan.
1. Teh hijau
Teh hijau atau green tea bukan hanya minuman sehat yang membantu menurunkan berat badan, tetapi juga efektif dalam mencegah bau badan.
Teh hijau terkenal dengan kandungan antioksidannya, yang dapat mengatasi bau mulut, bau badan, dan bau kaki," ujar ahli gizi Avni Kaul.
2. Citrus
Buah citrus seperti lemon dan jeruk dapat mengurangi penumpukan racun dalam tubuh dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau.
Cobalah minum segelas air lemon hangat atau jus jeruk segar untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
3. Fenugreek
Biji dan daun fenugreek memiliki kemampuan melawan bau dengan cara menghambat racun dalam tubuh. Anda dapat mencoba merendam biji fenugreek atau mengunyah beberapa bijinya di pagi hari.
4. Kapulaga
Menambahkan sejumput kapulaga tidak hanya meningkatkan rasa makanan, tetapi juga dapat menghasilkan aroma alami pada tubuh.
5. Sayuran hijau
Para ahli menyebut kangkung dan bayam mengandung klorofil tinggi dan mampu menetralkan senyawa penyebab bau. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey