RADARPAPUA - Kasus gigitan anjing seringkali dilaporkan terjadi di berbagai tempat, menciptakan ketakutan dan potensi bahaya bagi manusia.
Gigitan tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan luka fisik tetapi juga membahayakan keselamatan.
Sebagai hewan peliharaan, anjing memerlukan vaksin untuk menjaga kesehatan dan melindungi diri dari penyakit.
Namun, anjing-anjing, terutama yang hidup di jalanan kota, sering kali tidak mendapatkan vaksinasi yang memadai, meningkatkan risiko bahaya bagi mereka dan lingkungan sekitarnya.
Pharmeasy melaporkan pada Rabu (22/11) bahwa setiap tahun ribuan kasus gigitan anjing tercatat di seluruh negeri.
Meskipun sebagian gigitan mungkin terlihat ringan, penting untuk selalu memeriksakannya oleh dokter karena ada risiko infeksi serius yang dapat mengancam jiwa.
Berikut ini masalah yang dapat ditimbulkan karena infeksi gigitan anjing.
1. Kecacatan
Gigitan anjing yang besar dan ganas akan menyebabkan luka yang serius.
Hal ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan parut yang parah. Gigitan anjing dapat menyebabkan kecacatan seumur hidup.
2. Rabies
Rabies adalah penyakit yang menyebabkan peradangan otak yang akut. Gigitan anjing rabies dapat berakibat fatal bagi manusia.
3. Sepsis
Komplikasi yang disebabkan gigitan anjing ini disebut juga keracunan darah.
Kondisi ini terjadi karena terdapat senyawa yang masuk dalam pembuluh darah, sehingga menimbulkan peradangan.
4. Meningitis
Bakteri dalam liur anjing dapat menyebabkan meningitis pada orang yang digigit.
Ini adalah peradangan pada pelindung otak atau saraf tulang belakang, Penyakit ini mengancam jiwa karena peradangan terjadi di dekat bagian vital.
Pertolongan pertama jika digigit anjing pada dasarnya hampir sama dengan penanganan luka pada umumnya.
Namun, karena banyak risiko infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri atau virus, penanganan luka gigitan anjing harus segera dilakukan.
Dilansir dari laman kemenkes pada Rabu (22/11), berikut langkah yang harus dilakukan jika digigit anjing.
1. Cuci Bersih dan Tekan Area Luka
Setelah digigit anjing, segera cuci luka dengan air bersih dan sabun.
Ketika mencuci bekas gigitan anjing, tekan perlahan untuk membantu mengeluarkan dan membersihkan kuman.
2. Oleskan Antiseptik dan Balut Luka
Setelah membersihkan luka, oleskan obat salep antiseptik.
Jika luka gigitan mengeluarkan darah, gunakan kain dan tekan luka untuk menghentikan pendarahan.
3. Minum Obat Pereda Nyeri
Jika luka terasa nyeri, minumlah obat seperti paracetamol untuk mengurangi rasa sakit.
4. Periksa ke Tenaga Kesehatan
Untuk mencegah komplikasi yang berbahaya akibat infeksi gigitan anjing, segera periksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat.
Jika terdapat tanda-tanda infeksi, seperti pembengkakan, kemerahan, atau keluarnya nanah dari luka, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bahaya gigitan anjing memerlukan tindakan cepat untuk melindungi jiwa manusia. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey