Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Waspada Demam Berdarah! Kenali 3 Fase dan Cara Penanganannya

Tina Mamangkey • Sabtu, 2 Maret 2024 | 07:05 WIB
Ilustrasi DBD. Dok. JawaPos
Ilustrasi DBD. Dok. JawaPos

RADARPAPUA - Musim hujan kerap menjadi periode yang rentan terhadap penyebaran penyakit demam berdarah.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh WHO (World Health Organization) pada Jumat (1/3), demam berdarah merupakan masalah kesehatan yang serius dan memerlukan perhatian medis segera.

Hal ini terutama karena penyakit ini dapat menjadi ancaman bagi jiwa seseorang jika tidak ditangani dengan tepat.

Namun, tahukah Anda bahwa penyakit demam berdarah tidak hanya melalui satu fase, tetapi melewati tiga fase yang berbeda?

Ayo kita lihat lebih dekat tentang setiap fase tersebut dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Fase Febris (Demam)

Fase pertama dari sakit demam berdarah adalah fase febris atau fase demam.

Pada fase ini, seseorang yang terinfeksi virus dengue akan mengalami gejala demam tinggi, yang seringkali melebihi 39 derajat Celsius.

Demam ini bisa berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Selain demam, gejala lain yang mungkin muncul adalah sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, dan ruam kulit.

Pada beberapa kasus, pasien juga dapat mengalami pendarahan ringan, seperti mimisan atau bintik-bintik merah di kulit.

Cara Penanganan:

- Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi karena demam.

- Istirahat yang cukup untuk membantu tubuh melawan infeksi.

- Mengonsumsi obat penurun demam yang diresepkan oleh dokter, seperti parasetamol, untuk meredakan demam dan nyeri.

2. Fase Kritis (Pendarahan)

Fase kedua dari sakit demam berdarah adalah fase kritis atau fase pendarahan.

Pada fase ini, demam pasien mulai mereda, tetapi mereka menjadi lebih rentan terhadap komplikasi serius karena pembuluh darah mulai bocor dan menyebabkan pendarahan.

Gejala utama pada fase ini adalah penurunan suhu tubuh, kulit yang menjadi dingin dan lembab, perdarahan dari hidung atau gusi, muntah darah, dan tinja berwarna hitam.

Cara Penanganan:

- Segera konsultasikan dengan dokter jika terjadi tanda-tanda pendarahan, seperti mimisan yang sulit dihentikan atau tinja berwarna hitam.

- Diperlukan perawatan medis yang intensif di rumah sakit untuk mengatasi kondisi pendarahan dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

3. Fase Penyembuhan

Fase terakhir dari sakit demam berdarah adalah fase penyembuhan.

Pada fase ini, gejala penyakit mulai mereda dan pasien akan merasakan perbaikan kondisi kesehatannya.

Namun, beberapa pasien mungkin mengalami kelelahan yang berkepanjangan dan gangguan kesehatan lainnya dalam beberapa minggu setelah fase kritis.

Cara Penanganan:

- Istirahat yang cukup dan pola makan yang sehat untuk membantu tubuh pulih sepenuhnya.

- Mengikuti anjuran dan rekomendasi dokter untuk pemulihan yang optimal.

- Tetap waspada terhadap gejala atau komplikasi yang mungkin timbul, dan segera konsultasikan dengan dokter jika diperlukan. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#aedes aegypti #aedes albopictus #musim hujan #demam berdarah #dbd #nyamuk