RADARPAPUA - Peregangan merupakan praktik fisik yang melibatkan perpanjangan otot atau jaringan lunak tubuh dengan lembut, bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas, rentang gerak, dan mengurangi ketegangan.
Biasanya, gerakan peregangan dilakukan secara perlahan dan bertahap, menghindari tekanan berlebihan atau gerakan kasar yang dapat menyebabkan cedera.
Berbagai gerakan peregangan umumnya termasuk mencoba meraih kaki atau jari-jari kaki untuk meregangkan otot hamstring, duduk bersila untuk meregangkan otot pinggul, atau membungkuk untuk meregangkan otot punggung.
Menurut Harvard Medical School, penting bagi setiap orang untuk melakukan peregangan pada otot betis, hamstring, fleksor pinggul, dan kuadrisep setiap hari.
Namun, jika melakukan peregangan setiap hari terlalu sulit, tiga atau empat kali seminggu juga sudah cukup.
Disarankan untuk mempertahankan posisi saat melakukan peregangan selama 30 detik untuk menghindari cedera.
Meskipun mungkin terasa ketegangan, itu merupakan hal yang normal.
Namun, jika terjadi rasa nyeri, disarankan untuk berhenti dan berkonsultasi dengan dokter.
Dengan rutin melakukan peregangan, Anda akan merasakan manfaat besar secara fisik maupun mental seiring berjalannya waktu.
Dikutip dari Robbins Research International Inc pada Jumat (1/3), berikut adalah enam manfaat utama peregangan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental Anda.
1. Peregangan dapat meningkatkan fleksibilitas
Melakukan peregangan dapat membuat tubuh Anda lebih lentur dan mengurangi risiko cedera saat melakukan aktivitas sehari-hari atau olahraga.
Cedera terjadi ketika otot yang kaku menjadi lelah. Otot yang lelah juga memberikan tekanan yang tidak perlu pada kelompok otot yang berlawanan. Memperkuat dan memperpanjang otot dapat membantu mencegah cedera.
2. Peregangan dapat meningkatkan jangkauan gerak
Seiring bertambahnya usia, individu mulai kehilangan jangkauan gerak. Melakukan peregangan akan membantu melambatkan proses itu dan dapat meningkatkan mobilitas secara keseluruhan.
Ketika kita dapat menggerakkan otot-otot kita dengan baik, risiko terjadinya cedera akan lebih rendah.
Gerakan yang lebih luas juga menjaga kesehatan tulang rawan dengan memastikan darah dan nutrisi yang cukup mengalir ke otot dan sendi kita.
Aliran darah yang lebih baik ke otot juga dapat mengurangi waktu pemulihan dari otot yang kaku setelah berolahraga.
3. Peregangan dapat membangun penyelarasan yang lebih baik
Ketika tubuh tidak sejajar, dapat menyebabkan tantangan dalam keseimbangan, metabolisme, dan akuitas visual.
Salah satu penelitian menemukan bahwa melakukan peregangan dapat mendorong penyelarasan yang tepat, dan akan memusatkan kembali tubuh dan menariknya kembali ke dalam keseimbangan.
4. Peregangan dapat memperbaiki postur tubuh
Salah satu komponen yang sering diabaikan dari kesehatan kita secara keseluruhan adalah postur. Postur yang buruk bisa bikin badan terasa kaku, mati rasa, dan otot-otot terasa sakit.
Tanpa melakukan peregangan yang tepat, postur kita bisa terganggu. Ini bisa berpengaruh pada kesehatan dan pikiran. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa postur yang buruk bisa berhubungan dengan depresi.
5. Peregangan dapat membantu menenangkan pikiran
Ketika kita melakukan peregangan, kita cenderung fokus pada gerakan tubuh kita dan bernapas secara perlahan, yang dapat membantu meredakan stres dan ketegangan dalam pikiran kita.
Selain itu, peregangan dapat menjadi waktu yang tenang untuk menghilangkan gangguan dan memusatkan perhatian pada praktik meditasi yang dapat membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan kesejahteraan mental.
6. Peregangan dapat mengurangi stres
Ketika kita stres, otot kita cenderung menjadi tegang. Melakukan peregangan dengan gerakan yang perlahan dan terencana dapat memberikan efek menenangkan pada pikiran dan meredakan ketegangan otot.
Dengan demikian, peregangan menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengurangi tingkat stres dalam tubuh.
Fokus pada area-area yang sering menahan stres, seperti leher, bahu, dan bagian atas punggung, dapat memberikan manfaat yang lebih baik dalam mengurangi stres melalui peregangan. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey