Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Menjadi Bebas dari Kebiasaan Merokok, Tips dan Perjuangan yang Diperlukan

Nur Fadilah • Kamis, 7 Maret 2024 | 08:01 WIB

Ilustrasi: Merokok berbahaya bagi tubuh salah satunya pada kesehatan jantung. (News-Medical)
Ilustrasi: Merokok berbahaya bagi tubuh salah satunya pada kesehatan jantung. (News-Medical)

RADARPAPUA
-Merokok bukan hanya merugikan individu yang melakukannya, tetapi juga orang di sekitarnya yang terpapar asap rokok, dikenal sebagai perokok pasif.

Dampak merokok sangat serius karena dapat menyebabkan berbagai penyakit mematikan seperti hipertensi, kanker, dan penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, berhenti merokok adalah langkah positif untuk kesehatan tubuh.

Tingkat bahaya merokok sangatlah besar, seperti yang ditegaskan dalam jargon "Merokok Membunuhmu!" Menurut data yang dirilis oleh WHO, lebih dari 8 juta orang meninggal setiap tahun akibat rokok.

Sebagian besar dari mereka adalah perokok aktif, sementara sisanya adalah korban perokok pasif.

Sebatang rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, di mana 250 di antaranya berpotensi membahayakan kesehatan.

Dari jumlah itu, sekitar 70 zat diketahui dapat menyebabkan kanker.

Keberadaan berbagai senyawa beracun dalam asap rokok, yang mencapai sekitar 5.000 jenis, menunjukkan betapa berbahayanya rokok bagi kesehatan. Senyawa-senyawa ini dapat merusak sel-sel tubuh dan meningkatkan risiko kanker.

Selain itu, banyak senyawa dalam asap rokok yang diketahui bersifat karsinogenik, atau memicu perkembangan kanker.

Zat-zat beracun dan karsinogenik ini berasal dari tembakau, bahan baku utama dalam pembuatan rokok.

Namun demikian, berhenti dari kecanduan merokok secara seketika bukanlah hal yang mudah, banyak orang yang memerlukan waktu dan berhenti secara bertahap dari kegiatan yang tidak sehat tersebut.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bagi yang ingin berhenti merokok, ada beberapa tips mudah yang bisa diterapkan supaya kita bisa lebih mudah untuk berhenti merokok.

Ada lima langkah mudah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kecanduan rokok.

Pertama, Anda bisa mulai menetapkan tanggal untuk mulai berhenti merokok.

Beritahukan kepada seluruh lingkungan sehari-hari seperti keluarga dan teman untuk mendukung.

Kemudian, lakukan langkah antisipasi dan kenali waktu timbulnya keinginan untuk merokok dan buat rencana untuk menghadapinya.

Supaya nggak tergoda lagi untuk merokok, jauhkan rokok dari jangkauan anda dan buanglah berbagai peralatan yang dapat mengundang ajakan untuk merokok.

Terakhir, konsultasikan ke layanan upaya berhenti merokok yang telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan atau mengunjungi fasilitas medis terdekat.

Jika masih kesulitan dan tubuh masih mengharapkan hadirnya nikotin dan tembakau, Anda bisa memanfaatkan produk tembakau alternatif.

Pengurangan bahaya tembakau melalui pemanfaatan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik (vape), produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, merupakan salah satu opsi yang efektif bagi perokok dewasa yang selama ini kesulitan untuk beralih dari kebiasaannya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Profesor Amaliya, menjelaskan bahwa pengurangan bahaya tembakau memberikan pendekatan yang baru bagi perokok dewasa untuk meminimalkan risiko akibat merokok. “Merokok merupakan kebiasaan yang sangat sulit dihentikan.

Metode ini untuk mengurangi bahaya tembakau bagi perokok dewasa yang kesulitan untuk berhenti merokok,” kata Prof Amaliya saat menjadi narasumber dalam diskusi Konsep dan Implementasi Pengurangan Bahaya Tembakau di Vape Carnival 2024 belum lama ini.

Implementasi dari metode tersebut dengan cara memanfaatkan produk tembakau alternatif kini dikatakan sudah semakin beragam.

Prof. Amaliya menjelaskan, produk tembakau alternatif telah teruji secara ilmiah dalam mengurangi risiko kesehatan dibandingkan dengan rokok.

Pasalnya, produk seperti rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan menerapkan sistem pemanasan, berbeda dengan rokok yang melalui proses pembakaran.

Lantaran tak ada pembakaran, Prof. Amaliya melanjutkan, hasil dari penggunaan produk tembakau alternatif adalah berupa uap, bukan asap yang mengandung senyawa berbahaya seperti TAR pada rokok.

“Ini perbedaan mendasar. Dengan menggunakan produk tembakau alternatif, perokok dewasa tetap mendapatkan nikotin tanpa adanya TAR. Kalau merokok, perokok dewasa mendapatkan nikotin sekaligus TAR,” tegasnya.

National Cancer Institute Amerika Serikat juga mengungkapkan, TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik pemicu kanker.

Dari sekitar 7 ribu-an bahan kimia yang ada di dalam asap rokok, 2 ribu di antaranya terdapat pada TAR.

Adapun, organisasi penelitian kanker independen dari Inggris, Cancer Research UK, menyebutkan bahwa nikotin bukan pemicu utama atas penyakit yang berkaitan dengan merokok, serta bukan penyebab utama kanker. Maka, persepsi yang beranggapan sebaliknya tidak benar. “Nikotin hanya menciptakan adiksi,” tambah Prof Amaliya.

Public Health England (PHE), yang kini dikenal sebagai UK Health Security Agency juga telah mempublikasikan hasil kajian berjudul “Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products”.

Hasilnya, rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan mampu mengurangi paparan risiko hingga 90-95 persen lebih rendah daripada rokok.

Dengan fakta itu, PHE mengatakan produk tembakau alternatif dapat membantu lebih banyak perokok beralih dari kebiasaannya. Ann McNeill, profesor di departemen kecanduan Kings College London, mengatakan, merokok memiliki risiko kesehatan.

Namun, masih banyak perokok dewasa belum mengetahui manfaat yang akan diperolehnya jika beralih ke produk tembakau alternatif.

“Mereka tidak mengetahui bahwa produk tembakau alternatif memiliki paparan risiko yang lebih rendah.

Namun produk ini tidak sepenuhnya bebas risiko,” ujarnya.(jpg)

Editor : Nur Fadilah
#rokok #berhenti merokok