10 Rekomendasi Obat Asam Urat di Apotek yang Ampuh Redakan Nyeri Sendi

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:04 WIB
Ilustrasi - Jangan asal minum, ini 10 pilihan obat asam urat di Apotek dan kegunaannya
Ilustrasi - Jangan asal minum, ini 10 pilihan obat asam urat di Apotek dan kegunaannya

 

RADARPAPUA - Serangan asam urat dapat menimbulkan nyeri, bengkak, dan rasa tidak nyaman pada sendi sehingga aktivitas sehari-hari ikut terganggu. Jika penanganan di rumah belum cukup membantu, dokter dapat merekomendasikan obat tertentu untuk mengendalikan kadar asam urat maupun meredakan gejala yang muncul.

Secara umum, obat untuk asam urat memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Sebagian obat membantu menurunkan kadar asam urat dengan menghambat pembentukannya, sedangkan obat lainnya digunakan untuk mengurangi peradangan dan nyeri ketika serangan gout terjadi.

Berikut sejumlah obat asam urat yang dapat ditemukan di apotek. Perlu diperhatikan, beberapa produk dalam daftar ini merupakan obat keras sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep dan pengawasan dokter.

1. Voltaren Emulgel 10 g

Voltaren Emulgel dapat menjadi salah satu pilihan obat oles untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan pada area sendi. Produk ini mengandung diclofenac yang termasuk golongan Non Steroidal Anti-Inflamatory Drug (NSAID).

Obat topikal tersebut digunakan untuk membantu menangani peradangan akibat trauma pada tendon, ligamen, otot, dan sendi. Selain itu, Voltaren Emulgel juga digunakan untuk keluhan reumatisme jaringan lunak serta penyakit rematik lokal.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Indian Journal of Pharmaceutical Sciences pada 2024, diclofenac dapat digunakan untuk membantu menangani osteoartritis lutut, terutama dalam mengurangi nyeri dan membantu meningkatkan kemampuan bergerak.

Jumlah gel yang digunakan bergantung pada luas area yang mengalami keluhan. Untuk area kecil, jumlah yang digunakan kurang lebih seukuran buah ceri, sedangkan area yang lebih luas dapat menggunakan gel sekitar sebesar biji walnut.

Aturan penggunaan Voltaren Emulgel 10 g:

No. registrasi BPOM: DTL1624504328A1

2. Counterpain Cream 30 g

Nyeri pada otot dan area tubuh tertentu juga dapat dibantu dengan penggunaan Counterpain Cream 30 gram. Krim ini merupakan obat topikal yang digunakan untuk meringankan rasa sakit dan nyeri pada otot, termasuk keluhan yang berkaitan dengan asam urat.

Obat digunakan dengan cara mengoleskannya pada bagian yang terasa sakit sebanyak 1–3 kali sehari.

Counterpain Cream hanya ditujukan untuk pemakaian luar. Hindari mengoleskannya pada mata, membran mukosa, maupun kulit yang mengalami luka.

Penggunaan perlu dihentikan apabila rasa nyeri tidak kunjung membaik setelah lebih dari 10 hari atau kulit menjadi kemerahan.

No. registrasi BPOM: QD111709511

3. Zyloric 100 mg

Zyloric mengandung allopurinol 100 mg yang bekerja dengan membantu menghambat pembentukan asam urat di dalam tubuh. Kandungan tersebut juga menghambat sintesis purin, yaitu zat yang berkaitan dengan proses metabolisme tubuh.

Ketika kadar purin terlalu tinggi, pembentukan dan penumpukan asam urat dapat meningkat. Karena itu, allopurinol digunakan dalam pengelolaan kondisi terkait kadar asam urat tinggi. Zyloric juga dapat digunakan untuk membantu mencegah gout kronis dan menangani batu ginjal.

Dosis umum Zyloric:

Zyloric termasuk obat keras sehingga penggunaannya memerlukan resep dokter.

No. registrasi BPOM: DKL9932004210A1

Penelitian mengenai allopurinol

Penelitian yang diterbitkan melalui Cochrane Library mengenai penggunaan allopurinol dalam pengobatan asam urat menunjukkan bahwa obat ini bekerja dengan menurunkan kadar asam urat serum sehingga tidak mencapai kondisi jenuh. Dengan demikian, pembentukan kristal asam urat yang dapat memicu radang sendi, tofi, batu ginjal, dan gangguan ginjal dapat dicegah.

Allopurinol dinilai aman dan cukup efektif dalam pengelolaan asam urat. Dari sisi keamanan, penggunaan dalam berbagai dosis pada penelitian umumnya dapat ditoleransi dengan baik.

4. Voltadex 50 mg

Voltadex 50 mg mengandung natrium diklofenak, yaitu obat antiinflamasi nonsteroid yang memiliki efek analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik.

Obat ini digunakan untuk menangani berbagai kondisi yang disertai peradangan dan nyeri, termasuk rematik, sindroma nyeri, serangan gout akut, nyeri setelah operasi, serta artritis reumatoid.

Penggunaan Voltadex harus berdasarkan resep dokter.

Dosis awal Voltadex:

Voltadex tidak direkomendasikan bagi pasien dengan gagal jantung berat, penyakit serebrovaskular, perforasi atau perdarahan, ulserasi gastrointestinal, maupun mereka yang memiliki hipersensitivitas terhadap diklofenak atau obat NSAID.

Efek samping yang perlu diperhatikan antara lain edema, hipertensi, gangguan fungsi hati, hingga anemia aplastik. Jika muncul efek samping, segera konsultasikan dengan dokter untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan lain.

No. registrasi BPOM: DKL8705002715B1

Penelitian mengenai natrium diklofenak

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Indonesian Journal of Urology, natrium diklofenak tidak disarankan untuk digunakan dalam jangka panjang. Efek samping dalam penelitian disebut relatif minim, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan pengawasan dokter.

Voltadex juga tersedia dalam kemasan lebih besar, seperti Voltadex 50 mg 3 strip (10 tablet per strip).

5. Voltaren 50 mg

Voltaren 50 mg dapat digunakan untuk membantu menangani berbagai kondisi yang menimbulkan nyeri dan peradangan, termasuk serangan gout akut.

Obat ini mengandung natrium diklofenak yang digunakan untuk mengatasi rematik, sindroma nyeri kolumna vertebralis, rematik non-artikular, serangan akut gout, serta nyeri setelah operasi.

Dosis Voltaren 50 mg:

Tablet dapat ditelan langsung tanpa dihancurkan atau dikunyah. Voltaren termasuk obat keras sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.

No. registrasi BPOM: DKL9930409415B1
Harga mulai dari: Rp96.000 per strip.

Penelitian mengenai diclofenac

Hasil penelitian yang diterbitkan melalui National Library of Medicine menunjukkan adanya hubungan antara usia dan penggunaan diklofenak dengan peningkatan risiko UGIB atau perdarahan saluran cerna bagian atas pada pasien artritis gout yang rutin menggunakan NSAID.

Karena itu, diklofenak sebaiknya digunakan dalam durasi sesingkat mungkin untuk membantu meminimalkan risiko UGIB pada pasien dengan asam urat.

6. Meloxicam 15 mg

Meloxicam merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang digunakan untuk membantu mengurangi gejala seperti nyeri, peradangan, dan pembengkakan pada sendi.

Obat ini memiliki sejumlah kontraindikasi. Meloxicam tidak dianjurkan bagi orang yang mengalami hipersensitivitas, gangguan ginjal berat, penyakit tukak lambung, maupun perdarahan saluran cerna. Obat ini juga tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui.

Mengingat adanya berbagai kondisi yang menjadi kontraindikasi, penggunaan Meloxicam membutuhkan resep dokter.

Dosis umum Meloxicam:

No. registrasi BPOM: GKL1616703810A1

7. Allopurinol 300 mg

Allopurinol 300 mg merupakan obat generik yang digunakan untuk membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Obat ini bekerja dengan menghambat enzim oksidase yang berperan dalam proses oksidasi di dalam tubuh. Allopurinol juga membantu menghambat sintesis purin dan pembentukan asam urat.

Selain digunakan dalam pengelolaan kadar asam urat, obat ini juga dapat digunakan untuk menangani sindrom lisis tumor dan batu ginjal.

Dosis umum Allopurinol:

Allopurinol termasuk obat keras sehingga pembelian dan penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Obat ini tidak dianjurkan bagi orang yang sedang mengalami gout akut atau memiliki hipersensitivitas terhadap allopurinol.

No. registrasi BPOM: GKL0708514410B1

8. Cataflam 25 mg

Cataflam 25 mg merupakan pilihan lain yang digunakan untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan. Obat ini mengandung kalium diklofenak 25 mg yang memiliki efek antiinflamasi dan antinyeri.

Selain digunakan untuk membantu mengatasi nyeri sendi yang berkaitan dengan asam urat, Cataflam juga digunakan dalam terapi akut maupun kronis untuk gejala rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan ankylosing spondylitis.

Dosis umum Cataflam 25 mg:

Cataflam termasuk obat keras sehingga membutuhkan resep dokter. Penggunaannya juga perlu memperhatikan kemungkinan efek samping seperti sakit kepala, pusing, vertigo, mual, diare, sakit perut, dan kembung.

Jika mengalami efek samping, hentikan penggunaan dan segera konsultasikan dengan dokter.

No. registrasi BPOM: DKL9930408316A1

9. Alluric 100 mg

Alluric 100 mg mengandung allopurinol yang digunakan untuk membantu menghambat pembentukan asam urat. Obat ini juga dapat digunakan untuk membantu mencegah serangan gout kronis, menangani hiperurisemia akut berat, serta mengatasi batu ginjal dan kalsium oksalat atau nefrolitiasis asam urat.

Dosis umum Alluric 100 mg:

Alluric termasuk obat keras. Pembelian sebanyak satu strip dapat dilakukan tanpa resep, sedangkan pembelian melebihi batas tersebut wajib menggunakan resep dokter.

No. registrasi BPOM: DKL0908515510A1

10. Frigout 0,5 mg

Frigout 0,5 mg mengandung colchicine 0,5 mg yang digunakan untuk membantu mencegah dan menangani serangan gout atau asam urat.

Obat ini dapat digunakan ketika serangan asam urat muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan nyeri hebat, misalnya ketika keluhan menyerang sendi jari kaki, lutut, atau pergelangan tangan.

Dosis Frigout 0,5 mg untuk artritis gout akut:

Dosis awal 0,5–1,2 mg, kemudian dilanjutkan 0,5 mg setiap 2 jam hingga rasa nyeri mereda atau muncul keluhan seperti mual, muntah, dan diare. Obat dapat dikonsumsi setelah makan, dengan dosis rata-rata 4–8 mg.

Frigout 0,5 mg merupakan obat golongan merah atau obat keras sehingga penggunaannya memerlukan resep dokter.

Pemakaian yang tidak sesuai anjuran dapat menimbulkan efek samping seperti kelelahan otot, mual, muntah, diare, anemia aplastik, hingga dermatitis.

No. registrasi BPOM: DKL1804134010A1

Pilihan Bahan Alami untuk Membantu Mengelola Asam Urat

Selain menggunakan obat-obatan, beberapa bahan dan kebiasaan sehari-hari juga dapat membantu pengelolaan asam urat.

Air putih
Mencukupi kebutuhan cairan dapat membantu ginjal mengeluarkan kelebihan asam urat melalui urine.

Apel
Apel mengandung asam malat yang disebut dapat membantu menetralkan asam urat dalam darah, sebagaimana disebutkan dalam sumber Klinik Utama CITO.

Sayuran rendah purin
Wortel, terong, dan tomat termasuk pilihan sayuran yang kaya vitamin dan mineral serta dapat dikonsumsi oleh penderita asam urat.

Cabai Jawa
Cabai Jawa memiliki efek analgesik dan antiinflamasi alami yang disebut dapat membantu meringankan gejala asam urat.

Jangan Sembarangan Memilih Obat Asam Urat

Berbagai obat di atas memiliki fungsi dan kandungan yang berbeda. Ada yang ditujukan untuk membantu menurunkan kadar asam urat, sementara sebagian lainnya bekerja terutama untuk mengurangi nyeri dan peradangan saat gejala muncul.

Penting untuk membedakan obat penurun kadar asam urat dengan obat pereda gejala. Obat keras seperti allopurinol, colchicine, diclofenac, dan meloxicam tidak sebaiknya digunakan sembarangan tanpa petunjuk tenaga kesehatan, terutama jika memiliki penyakit lain atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

Harga obat juga dapat berbeda tergantung apotek, wilayah, kemasan, dan kebijakan penjual. Karena itu, informasi harga dalam daftar ini merupakan kisaran harga mulai dari, bukan harga yang berlaku mutlak di semua apotek.

Jika nyeri sendi sangat berat, berulang, tidak membaik, atau disertai pembengkakan dan kemerahan, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter agar penyebab dan penanganannya dapat dipastikan dengan tepat.

Sumber: halodoc.com

Editor : Tina Mamangkey
obat ampuh di apotik rekomendasi obat obat asam urat redakan nyeri sendi Kesehatan