RADARPAPUA - Nyeri pada gigi dapat muncul kapan saja dan sering kali membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman. Rasa sakit tersebut bahkan bisa mengganggu waktu makan, bekerja, hingga tidur.
Untuk sementara waktu, penggunaan obat sakit gigi dapat membantu mengurangi nyeri sambil menunggu pemeriksaan dan penanganan dari dokter gigi.
Keluhan sakit gigi sendiri dapat dipicu oleh berbagai kondisi, mulai dari karies atau gigi berlubang, peradangan gusi, gigi sensitif, hingga infeksi pada akar gigi.
Karena penyebabnya berbeda-beda, penanganan yang tepat juga perlu disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.
Jika belum dapat segera mengunjungi dokter gigi, obat pereda nyeri dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan peradangan. Namun, obat tersebut pada umumnya hanya mengendalikan gejala dan bukan menghilangkan penyebab utama sakit gigi.
10 Pilihan Obat Sakit Gigi di Apotek
Obat untuk membantu meredakan sakit gigi tersedia dalam berbagai bentuk, seperti tablet, kaplet, maupun obat kumur. Sebagian dapat diperoleh tanpa resep dokter, sedangkan obat lainnya termasuk obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dan anjuran tenaga medis.
Berikut beberapa pilihan obat sakit gigi yang dapat membantu meredakan nyeri:
1. Asam Mefenamat 500 mg 10 Kaplet Mersi
Asam mefenamat merupakan obat pereda nyeri yang termasuk dalam kelompok antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini cukup sering digunakan untuk membantu mengatasi sakit gigi.
Cara kerjanya adalah dengan menghambat produksi prostaglandin, yaitu senyawa yang berperan dalam munculnya rasa sakit dan peradangan. Dengan berkurangnya prostaglandin, nyeri dan pembengkakan dapat ikut mereda.
Untuk keluhan sakit gigi, dosis awal yang umum diberikan adalah 500 mg, kemudian dilanjutkan dengan 250 mg setiap 6 jam bila diperlukan.
Penggunaan sebaiknya dilakukan dalam waktu singkat, umumnya tidak lebih dari 1 minggu, untuk membantu mempertahankan efektivitas sekaligus mengurangi risiko efek samping.
2. Cataflam 25 mg 10 Tablet
Cataflam mengandung kalium diclofenac yang termasuk obat antiinflamasi nonsteroid. Kandungan tersebut bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin yang berperan dalam menimbulkan peradangan dan rasa sakit.
Dengan mekanisme tersebut, Cataflam dapat membantu mengurangi nyeri serta peradangan yang menyertai sakit gigi.
Dosis penggunaannya disesuaikan dengan usia dan tingkat keparahan keluhan. Untuk kondisi yang ringan, dosis yang umum diberikan adalah 75–100 mg per hari dan dapat dibagi menjadi 2–3 kali pemberian.
Cataflam termasuk obat yang penggunaannya memerlukan resep dokter.
3. Ponstan FCT 500 mg 10 Tablet
Ponstan FCT mengandung asam mefenamat sebagai zat aktif. Obat ini bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin sehingga dapat membantu mengurangi peradangan, pembengkakan, dan nyeri yang muncul akibat sakit gigi.
Ponstan FCT hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Dosis akan disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Obat Asam Urat di Apotek yang Ampuh Redakan Nyeri Sendi
Untuk orang dewasa dan anak berusia lebih dari 14 tahun, dosis yang umum digunakan adalah 1 tablet sebanyak 3 kali sehari.
Selain untuk membantu meredakan sakit gigi, Ponstan FCT juga kerap diresepkan untuk menangani sakit kepala dan nyeri haid.
4. Tantum Verde Oral Rinse 60 ml
Selain tablet atau kaplet, obat sakit gigi juga tersedia dalam bentuk obat kumur. Salah satunya adalah Tantum Verde Oral Rinse yang mengandung benzydamine.
Kandungan tersebut memiliki efek untuk membantu meredakan nyeri yang berkaitan dengan peradangan, termasuk rasa sakit setelah pencabutan gigi.
Tantum Verde juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi nyeri akibat radang amandel, sakit tenggorokan, dan sariawan. Produk ini dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Untuk menggunakannya, tuangkan 1 sendok makan atau sekitar 15 ml Tantum Verde Oral Rinse, kemudian gunakan untuk berkumur selama 20–30 detik sebelum dikeluarkan. Penggunaan dapat dilakukan 2–3 kali sehari.
Pastikan obat kumur tidak tertelan.
5. Panadol Extra 10 Kaplet
Panadol Extra merupakan salah satu obat bebas yang dapat digunakan untuk membantu meredakan sakit gigi. Selain mengurangi nyeri, obat ini juga dapat membantu meringankan sakit kepala dan menurunkan demam.
Panadol Extra mengandung paracetamol 500 mg dan kafein 65 mg. Kedua kandungan tersebut bekerja membantu mengurangi produksi prostaglandin yang berkaitan dengan munculnya rasa sakit dan demam.
Karena termasuk obat bebas, Panadol Extra dapat dibeli tanpa resep dokter. Meski demikian, konsumsinya tetap harus mengikuti aturan dosis yang tercantum pada kemasan, yaitu 3–4 kali sehari.
6. Mefinal 250 mg 10 Tablet
Mefinal mengandung asam mefenamat yang bekerja dengan menghambat produksi zat pemicu peradangan. Dengan mekanisme tersebut, obat ini dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan akibat sakit gigi.
Mefinal tersedia dalam bentuk tablet dan dapat diperoleh di apotek dengan resep dokter.
Untuk orang dewasa dan anak berusia lebih dari 14 tahun, dosis yang umum diberikan adalah 500 mg sebagai dosis awal, kemudian dilanjutkan dengan 250 mg setiap 6 jam. Penggunaan maksimal umumnya dibatasi hingga 7 hari.
Sementara itu, dosis untuk anak berusia kurang dari 14 tahun harus ditentukan oleh dokter.
7. Bodrex Lapis Dua 20 Tablet
Bodrex Lapis Dua mengandung kombinasi paracetamol dan kafein. Paracetamol bekerja membantu menghambat sinyal kimia yang memicu rasa sakit, sedangkan kafein dapat membantu meningkatkan efek pereda nyeri dari paracetamol.
Kombinasi kedua kandungan tersebut dapat membantu meredakan sakit gigi.
Bodrex Lapis Dua termasuk obat bebas sehingga dapat dibeli tanpa resep. Namun, penggunaannya tetap harus mengikuti aturan dosis pada kemasan.
Dosis umum untuk orang dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun adalah 1 tablet sebanyak 3–4 kali sehari.
8. Paramex 4 Tablet
Paramex mengandung paracetamol dan propyphenazone yang bekerja sebagai bahan aktif untuk membantu meredakan rasa sakit.
Kedua kandungan tersebut bekerja menghambat zat dalam tubuh yang berperan dalam menghantarkan sinyal nyeri menuju otak. Karena itu, Paramex dapat membantu mengurangi sakit gigi sekaligus sakit kepala yang terkadang menyertai keluhan tersebut.
Paramex dapat diperoleh di apotek tanpa resep dokter. Meski demikian, konsumsinya harus mengikuti aturan yang tertera pada kemasan.
Untuk orang dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun, dosis yang umum digunakan adalah 1 tablet sebanyak 2–3 kali sehari.
9. Proris Triple Action 200 mg 10 Kaplet
Proris Triple Action mengandung ibuprofen yang termasuk obat antiinflamasi nonsteroid. Kandungan ini dapat membantu meredakan nyeri, pembengkakan, dan demam, termasuk gejala yang dapat menyertai sakit gigi.
Ibuprofen bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat kimia yang berperan dalam memicu rasa sakit, peradangan, dan demam.
Proris Triple Action tersedia dalam bentuk kaplet dan dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Untuk orang dewasa dan anak berusia lebih dari 7 tahun, dosis yang umum digunakan adalah 1 kaplet sebanyak 3–4 kali sehari.
10. Neuralgin Rx 500 mg 10 Tablet
Neuralgin Rx merupakan obat pereda nyeri yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi sakit gigi. Obat ini mengandung kombinasi beberapa zat aktif, yaitu metamizole, thiamine, HCL pyridoxine, cyanocobalamin, dan caffeine.
Kombinasi tersebut dapat membantu meredakan berbagai jenis nyeri. Selain sakit gigi, Neuralgin Rx juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi nyeri haid dan nyeri saraf.
Penggunaan Neuralgin Rx harus berdasarkan resep dokter sehingga dosisnya dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.
Untuk orang dewasa, dosis yang umum digunakan untuk mengatasi sakit gigi atau nyeri adalah 1–2 kaplet sebanyak 3–4 kali sehari.
Obat Sakit Gigi Hanya Meredakan Gejala
Berbagai obat di atas dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan akibat sakit gigi. Namun, perlu dipahami bahwa obat pereda nyeri umumnya hanya bekerja terhadap gejalanya dan tidak menghilangkan sumber masalah.
Misalnya, sakit gigi yang disebabkan oleh gigi berlubang, infeksi akar gigi, atau masalah gusi tetap membutuhkan penanganan sesuai penyebabnya. Karena itu, penggunaan obat sebaiknya tidak dijadikan pengganti pemeriksaan oleh dokter gigi.
Obat sakit gigi juga umumnya tidak dianjurkan untuk digunakan dalam jangka panjang tanpa pengawasan tenaga medis.
Hal yang Perlu Dilakukan Saat Sakit Gigi
Selain menggunakan obat untuk membantu mengendalikan rasa sakit, beberapa kebiasaan dapat dilakukan agar kondisi gigi tidak semakin parah.
- Hindari makanan manis dan makanan dengan tekstur keras.
- Jangan mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas maupun terlalu dingin.
- Berhenti merokok selama mengalami sakit gigi.
- Tetap menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi menggunakan sikat berbulu lembut.
- Hindari penggunaan benang gigi sementara waktu pada area yang sedang terasa sakit.
Menjaga kebersihan rongga mulut tetap penting, tetapi lakukan secara perlahan agar area gigi dan gusi yang sedang mengalami masalah tidak semakin teriritasi.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Jika sakit gigi tidak kunjung membaik meskipun sudah menggunakan obat pereda nyeri, sebaiknya jangan terus-menerus menambah atau memperpanjang penggunaan obat sendiri.
Pemeriksaan oleh dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya dan menentukan penanganan yang tepat. Terlebih jika sakit gigi disertai pembengkakan yang semakin parah, infeksi, atau keluhan yang terus berulang.
Dengan demikian, obat sakit gigi dapat digunakan sebagai langkah sementara untuk membantu mengendalikan nyeri, tetapi penanganan terhadap penyebab utamanya tetap menjadi bagian penting agar keluhan tidak terus berulang. (*)
Sumber: alodokter.com
Editor : Tina Mamangkey