9 Rekomendasi Obat Susah BAB di Apotek untuk Bantu Atasi Sembelit

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:25 WIB
Ilustrasi - Sembelit mengganggu aktivitas? kenali 9 obat susah BAB di Apotek
Ilustrasi - Sembelit mengganggu aktivitas? kenali 9 obat susah BAB di Apotek

 

RADARPAPUA - Sembelit dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman, terutama ketika tinja menjadi keras dan proses buang air besar (BAB) membutuhkan tenaga lebih besar. Dalam kondisi tertentu, penggunaan obat pencahar dapat membantu merangsang pergerakan usus atau membuat tinja lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Susah BAB dapat dipicu oleh berbagai kebiasaan, seperti kurang mengonsumsi makanan berserat, tidak cukup minum air putih, atau sering menahan keinginan untuk BAB. Ketika tinja berada terlalu lama di dalam usus, kandungan airnya dapat berkurang sehingga menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Kondisi tersebut sering membuat seseorang harus mengejan lebih kuat. Padahal, mengejan terlalu keras dapat meningkatkan risiko munculnya wasir. Sembelit yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan perut terasa penuh, begah, dan tidak nyaman.

Karena itu, obat pencahar dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengatasi sembelit. Namun, penggunaannya tetap harus mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter.

Pilihan Obat Susah BAB di Apotek

Obat pencahar tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari tablet, sirup, supositoria, gel, hingga serbuk atau suplemen serat. Beberapa kandungan yang umum digunakan untuk membantu mengatasi sembelit antara lain bisacodyl, docusate, dan laktulosa.

Sebagian produk dapat diperoleh tanpa resep dokter. Meski demikian, obat pencahar tidak dianjurkan digunakan secara sembarangan atau dalam jangka panjang.

Berikut beberapa pilihan obat susah BAB yang dapat ditemukan di apotek:

1. Dulcolax Adult 10 mg 5 Suppositoria

Dulcolax Suppositoria merupakan obat pencahar berbentuk supositoria yang digunakan melalui dubur. Setiap supositoria mengandung 10 mg bisacodyl yang bekerja dengan meningkatkan pergerakan usus.

Mekanisme tersebut membantu mendorong tinja sehingga lebih mudah dikeluarkan. Dibandingkan bentuk tablet, Dulcolax Suppositoria dapat bekerja relatif cepat, yaitu sekitar 10–30 menit setelah digunakan.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Obat Sakit Gigi di Apotek untuk Bantu Redakan Nyeri dengan Cepat

Obat ini digunakan dengan cara memasukkan supositoria ke dalam anus. Penggunaan dilakukan dalam posisi berbaring dan harus mengikuti petunjuk yang tercantum pada kemasan.

2. Microlax Gel 5 ml

Microlax merupakan obat pencahar dalam bentuk gel yang dikemas dalam tabung berukuran 5 ml. Setiap tabung mengandung 4,465 mg sorbitol, 625 mg polyethylene glycol 400, 450 mg natrium sitrat, dan 45 mg natrium lauril sulfoasetat.

Kombinasi bahan tersebut bekerja dengan menarik air ke dalam usus besar, membantu melunakkan tinja, sekaligus memberikan efek pelumas pada rektum. Dengan demikian, tinja menjadi lebih mudah dikeluarkan.

Microlax biasanya mulai memberikan efek sekitar 5–15 menit setelah digunakan.

Penggunaannya dilakukan dengan memasukkan gel ke dalam anus. Pemakaian dapat dilakukan dalam posisi jongkok atau duduk di kloset duduk. Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan agar obat digunakan dengan benar.

3. Dulcolax 5 mg 4 Tablet

Dulcolax Tablet mengandung 5 mg bisacodyl pada setiap tabletnya. Kandungan tersebut bekerja dengan meningkatkan pergerakan usus sehingga tinja terdorong keluar dan proses BAB menjadi lebih mudah.

Efek obat biasanya mulai terasa sekitar 6–12 jam setelah dikonsumsi.

Karena itu, Dulcolax Tablet umumnya dikonsumsi pada malam hari sebelum tidur. Tablet harus ditelan bersama air putih tanpa dikunyah atau dihancurkan terlebih dahulu.

Hindari mengonsumsi Dulcolax Tablet bersamaan dengan susu, minuman bersoda, maupun obat antasida dari golongan penghambat pompa proton.

4. Dulcolactol Sirup 60 ml

Dulcolactol merupakan obat pencahar berbentuk sirup yang mengandung laktulosa. Setiap 15 ml sirup mengandung 10 mg laktulosa sesuai informasi dalam materi.

Laktulosa bekerja dengan menarik cairan ke dalam usus. Proses tersebut membantu membuat tinja yang keras menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan tanpa harus mengejan terlalu kuat.

Efek Dulcolactol biasanya mulai terasa dalam waktu sekitar 1–2 hari setelah dikonsumsi.

Obat ini dianjurkan diminum pada pagi hari. Gunakan alat takar yang tersedia agar jumlah obat yang dikonsumsi sesuai. Dulcolactol dapat diminum bersama makanan atau dicampurkan dengan air, jus buah, maupun susu untuk membantu mengurangi rasa yang kurang nyaman.

5. Laxatab 6 Tablet

Laxatab mengandung docusate sodium sebanyak 50 mg pada setiap tabletnya. Kandungan ini membantu meningkatkan kadar air di dalam usus sehingga tinja menjadi lebih basah dan lebih mudah dikeluarkan.

Efek Laxatab biasanya mulai terasa sekitar 1–3 hari setelah dikonsumsi.

Obat ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang perlu menghindari mengejan, termasuk penderita hernia atau wasir serta pasien setelah operasi jantung yang tidak diperbolehkan mengejan.

Laxatab sebaiknya dikonsumsi ketika perut kosong menjelang tidur malam.

6. Lactulax Sirup 120 ml

Lactulax merupakan obat pencahar berbentuk sirup yang mengandung laktulosa. Dalam setiap 5 ml sirup terdapat 3,335 gram laktulosa sesuai informasi produk pada materi.

Laktulosa memiliki efek pencahar dengan menarik cairan ke dalam usus. Cairan tersebut membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan. Obat ini juga dapat digunakan untuk membantu menangani sembelit yang berlangsung lama atau kronis.

Efek pencahar Lactulax umumnya mulai terasa sekitar 1–2 hari setelah digunakan.

Lactulax dianjurkan dikonsumsi saat sarapan. Untuk membuat rasanya lebih mudah diterima, obat dapat dicampurkan dengan jus buah atau susu.

Pastikan menggunakan alat takar yang tersedia pada kemasan agar dosis yang dikonsumsi sesuai.

7. Kompolax Sirup

Kompolax merupakan obat pencahar dalam bentuk sirup. Setiap 5 ml mengandung 1.000 mg gliserol, 75 mg phenolphthalein, dan 1.500 mg paraffin liquid.

Kandungan tersebut membantu mengatasi sembelit dengan menarik air ke dalam usus serta memicu kontraksi otot di sekitar anus. Efek tersebut membuat feses menjadi lebih lunak dan membantu proses pengeluarannya.

Kompolax sebaiknya dikonsumsi pada malam hari sebelum tidur.

Sebelum digunakan, kocok botol terlebih dahulu. Gunakan sendok takar yang tersedia dalam kemasan untuk memastikan dosis yang diminum sesuai.

8. Vegeta Herbal Anggur Merah 5 gram 6 Sachet

Vegeta Herbal merupakan serbuk minuman yang dapat digunakan untuk membantu melancarkan BAB. Produk ini mengandung psyllium, ekstrak akar kelembak, daun jati cina, ekstrak akar manis, dan ekstrak buah adas.

Bahan-bahan tersebut dipercaya dapat membantu melembutkan feses sekaligus merangsang pergerakan usus sehingga tinja lebih mudah dikeluarkan.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Obat Asam Urat di Apotek yang Ampuh Redakan Nyeri Sendi

Efek pencaharnya biasanya mulai terasa sekitar 8–12 jam setelah dikonsumsi.

Untuk membantu melancarkan BAB, konsumsi 1 sachet Vegeta Herbal sebelum tidur. Larutkan serbuk ke dalam air putih, kemudian segera diminum.

Perlu diperhatikan bahwa Vegeta Herbal mengandung aspartam. Produk ini tidak boleh digunakan oleh orang yang menderita fenilketonuria.

9. Fibrefirst

Fibrefirst merupakan suplemen serat yang dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sekaligus membantu mengatasi susah BAB.

Produk ini mengandung beberapa sumber serat, antara lain psyllium, oat fiber, wheatgrass, dan inulin. Kandungan serat tersebut membantu melunakkan feses serta mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.

Untuk mengonsumsi Fibrefirst, siapkan shaker yang berisi sekitar 300 ml air dingin. Es batu dapat ditambahkan jika diperlukan.

Masukkan 1 sachet Fibrefirst ke dalam shaker, kemudian kocok hingga larut dan segera habiskan.

Jangan Gunakan Obat Pencahar Terlalu Lama

Obat pencahar dapat membantu mengatasi sembelit, tetapi penggunaannya tetap perlu dibatasi. Semua produk di atas sebaiknya digunakan sesuai petunjuk pada kemasan atau berdasarkan anjuran dokter.

Ketika sembelit sudah membaik, penggunaan obat pencahar sebaiknya dihentikan. Hindari menggunakan obat susah BAB dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter karena penanganan sembelit yang menetap perlu mencari dan mengatasi penyebabnya.

Selain mengandalkan obat, perubahan pola hidup juga berperan penting untuk membantu melancarkan BAB dan mencegah sembelit kembali.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Jika sembelit belum membaik setelah 7 hari menggunakan obat susah BAB, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.

Pemeriksaan juga diperlukan apabila sembelit disertai gejala yang tidak biasa, seperti tidak dapat buang angin atau BAB berdarah. Kondisi tersebut membutuhkan penilaian medis untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Pada dasarnya, obat pencahar dapat membantu membuat BAB kembali lancar, tetapi tidak seharusnya menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi sembelit. Pola makan kaya serat, cukup minum, aktif bergerak, dan kebiasaan BAB yang baik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan pencernaan.

Sumber: alodokter.com

 

Editor : Tina Mamangkey
obat sembelit susah BAB Kesehatan obat rekomendasi