Kopi Hitam atau Kopi Susu, Mana yang Lebih Sehat untuk Diminum Setiap Hari?

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:38 WIB
Ilustrasi - Kopi Hitam atau kopi susu untuk setiap hari? ternyata bukan cuma jenis kopinya. (magnific.com)
Ilustrasi - Kopi Hitam atau kopi susu untuk setiap hari? ternyata bukan cuma jenis kopinya. (magnific.com)

 

RADARPAPUA - Bagi banyak orang, minum kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Ada yang menikmati kopi hitam karena rasa dan aroma biji kopi lebih kuat, sementara lainnya memilih kopi susu yang memiliki rasa lebih lembut.

Namun, dari sisi kesehatan, pilihan antara kopi hitam dan kopi susu tidak bisa hanya ditentukan dari jenis kopinya. Jumlah gula, sirup, krimer, topping, serta asupan kafein juga perlu menjadi perhatian.

Kopi hitam cenderung lebih sederhana

Kopi hitam umumnya hanya dibuat dari seduhan biji kopi dan air. Tanpa tambahan gula, susu, krimer, atau sirup, kopi jenis ini memiliki kalori yang relatif rendah dan lebih mudah dikontrol dari sisi asupan gula tambahan.

Kopi juga mengandung berbagai senyawa bioaktif dan antioksidan. Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk kemungkinan risiko yang lebih rendah terhadap diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Baca Juga: 9 Rekomendasi Obat Susah BAB di Apotek untuk Bantu Atasi Sembelit

Meski demikian, kopi hitam tidak otomatis lebih sehat untuk semua orang. Kandungan kafeinnya tetap perlu diperhatikan karena pada sebagian orang dapat memicu jantung berdebar, rasa gelisah, atau gangguan tidur.

Kopi susu tidak selalu berarti kurang sehat

Kopi susu tidak selalu berarti minuman yang kurang sehat. Susu dapat memberikan protein, kalsium, serta sejumlah zat gizi lainnya.

Yang perlu diperhatikan justru bahan tambahan dalam minuman tersebut. Kopi susu dengan sedikit atau tanpa gula tentu berbeda dengan kopi yang ditambahkan banyak gula, sirup, krimer manis, maupun topping.

Semakin banyak bahan tambahan, semakin tinggi pula jumlah gula dan kalori yang dikonsumsi. Karena itu, konsumsi gula tambahan sebaiknya tetap dibatasi agar asupan kalori tidak berlebihan dan kebutuhan zat gizi tetap terpenuhi.

Dengan demikian, susu bukan masalah utamanya. Jumlah gula dan bahan tambahan lainnya yang justru perlu diperhatikan.

Mana yang lebih mudah dikontrol?

Jika dibandingkan secara sederhana, kopi hitam tanpa gula biasanya menjadi pilihan yang lebih mudah dikontrol dari sisi kalori dan gula tambahan.

Namun, kopi susu juga bisa menjadi pilihan yang cukup baik apabila dibuat dengan komposisi sederhana, misalnya menggunakan susu tanpa banyak tambahan gula atau sirup.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Obat Sakit Gigi di Apotek untuk Bantu Redakan Nyeri dengan Cepat

Dengan kata lain, pilihan yang lebih baik bukan sekadar "hitam atau susu", melainkan seberapa banyak gula dan bahan tambahan yang ada di dalam minuman tersebut.

Sebagai contoh, kopi hitam tanpa gula dan kopi susu dengan sedikit gula tentu berbeda dengan kopi susu yang menggunakan beberapa tambahan pemanis. Begitu juga dengan kopi susu yang dikonsumsi sesekali dibandingkan minuman kopi manis yang dikonsumsi berkali-kali dalam sehari.

Jangan lupakan jumlah kafein

Selain gula, kandungan kafein juga perlu diperhatikan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari sebagai jumlah yang umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif pada sebagian besar orang dewasa.

Meski begitu, tingkat sensitivitas terhadap kafein dapat berbeda pada setiap orang.

Kafein juga dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh. Minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur karena itu dapat membuat sebagian orang lebih sulit terlelap.

Untuk remaja, batasannya berbeda. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry menyarankan anak dan remaja usia 12–18 tahun membatasi konsumsi kafein hingga sekitar 100 miligram per hari.

Kopi juga sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan harian bagi remaja tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi tubuh. Minuman berkafein tidak dapat menggantikan kebutuhan tidur yang cukup.

Jadi, kopi hitam atau kopi susu?

Jika ingin mengonsumsi kopi dengan gula dan kalori tambahan yang lebih mudah dikontrol, kopi hitam tanpa gula merupakan pilihan yang lebih sederhana.

Meski demikian, kopi susu tidak harus dihindari. Minuman tersebut tetap dapat dikonsumsi selama jumlah gula, sirup, krimer, dan bahan tambahan lainnya tidak berlebihan.

Pada akhirnya, kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pilihan antara kopi hitam atau kopi susu, tetapi juga keseluruhan pola konsumsi.

Secangkir kopi susu dengan sedikit gula tidak serta-merta membuat pola makan menjadi tidak sehat. Sebaliknya, kopi hitam juga bukan alasan untuk mengabaikan jumlah kafein yang dikonsumsi.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Obat Asam Urat di Apotek yang Ampuh Redakan Nyeri Sendi

Bagi orang dewasa yang terbiasa minum kopi, pilih jenis kopi sesuai kebutuhan, batasi gula tambahan, dan perhatikan waktu minum agar tidak mengganggu tidur.

Sementara bagi remaja, konsumsi kopi sebaiknya dibatasi dan tidak dijadikan minuman harian. Tidur yang cukup dan pola makan seimbang tetap menjadi hal utama untuk menjaga kesehatan. (atr)

Editor : Tina Mamangkey
kopi hitam minum kopi setiap hari Kesehatan kopi susu