Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Bahaya Teknologi AI Setara dengan Perang Nuklir

Tina Mamangkey • Selasa, 6 Juni 2023 | 09:21 WIB
Ilustrasi: Bahas topik seputar bahaya AI, para petinggi teknologi dunia kaitkan dengan bahaya nuklir. (Gearrice)
Ilustrasi: Bahas topik seputar bahaya AI, para petinggi teknologi dunia kaitkan dengan bahaya nuklir. (Gearrice)

RADARPAPUA.ID - Kemunculan ChatGPT dan Artificial Intelligence (AI) lainnya seperti Bard, dan Large Language Model (LLM) atau model bahasa besar lainnya, banyak pihak khawatir teknologi ini akan berpengaruh terhadap banyak hal. Yang ditakuti dengan hadirnya AI adalah kemungkinan menggantikan peranan manusia di banyak sektor pekerjaan.

Selain itu, kekhawatiran akan teknologi baru ini juga terkait dengan beredarnya informasi palsu dan konflik kepentingan lainnya. Para petinggi di industri teknologi sendiri yang menyampaikan hal ini. Bahkan, mereka sepakat bahwa bahaya AI bahkan setara dengan perang nuklir.

Sekarang, sekelompok pemimpin industri terkenal telah mengeluarkan pernyataan satu kalimat yang secara efektif mengkonfirmasi ketakutan tersebut. "Mitigasi risiko kepunahan AI harus menjadi prioritas global bersama dengan risiko skala sosial lainnya seperti pandemi dan perang nuklir," kata kelompok ahli teknologi mengenai pandangannya terkait AI.

Dengan banyaknya pendapat yang beredar, pernyataan baru dan singkat ini dimaksudkan untuk menunjukkan keprihatinan bersama seputar risiko AI, bahkan jika para pihak tidak menyetujui apa itu.

"Pakar AI, jurnalis, pembuat kebijakan, dan masyarakat semakin banyak membahas spektrum luas tentang risiko penting dan mendesak dari AI," bunyi pembukaan pernyataan itu. Meski begitu, mungkin sulit untuk menyuarakan kekhawatiran tentang beberapa risiko AI tingkat lanjut yang paling parah.

Pernyataan singkat tersebut dibuat bertujuan untuk mengatasi kendala ini dan membuka diskusi. "Hal ini juga dimaksudkan untuk menciptakan pengetahuan umum dari semakin banyak pakar dan publik tokoh yang juga menganggap serius beberapa risiko AI tingkat lanjut yang paling parah," tegas pernyataan tersebut.(jpc)

Editor : Tina Mamangkey
#Bahaya AI #Teknologi AI #AI #Artificial Intelligence