Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Perlindungan Data, Ancaman Teknologi AI Terhadap Keamanan Perusahaan

Fandy Gerungan • Selasa, 11 Juli 2023 | 09:07 WIB

Ilustrasi - Robot dengan kecerdasan buatan. (ANTARA/Shutterstock/am)
Ilustrasi - Robot dengan kecerdasan buatan. (ANTARA/Shutterstock/am)

RADARPAPUA.ID- Teknologi kecerdasan buatan (AI) yang saat ini sedang populer memberikan kemudahan dalam tugas-tugas yang dilakukan, namun sebaliknya, AI juga menimbulkan ancaman terhadap keamanan siber perusahaan.

"Platform kecerdasan buatan memiliki dua sisi yang berbeda. Penggunaannya dapat meningkatkan produktivitas di tempat kerja, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian finansial yang besar jika terjadi kesalahan. Untuk menghindari kerugian tersebut, perusahaan harus memperhatikan keamanan siber yang berperan penting dalam hal ini," ujar Poornima DeBolle, salah satu pendiri sekaligus Chief Product Officer Menlo Security, dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima pada hari Selasa.

Baca Juga: Waw, Dalam Waktu Lima Hari Threads Telah Diunduh 100 juta Pengguna

Platform AI seperti ChatGPT, Bing AI, Perplexity, dan lainnya menawarkan berbagai manfaat, seperti solusi masalah, peningkatan pengalaman pengguna, dan kemudahan dalam pengembangan konten. Manfaat ini sejalan dengan survei terbaru dari Statista yang menunjukkan bahwa 29 persen dari Generasi Z, 28 persen dari Generasi X, dan 27 persen dari generasi milenial telah mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam rutinitas kerja sehari-hari mereka.

Namun, selain potensi positifnya, teknologi AI juga membawa risiko dan tantangan bagi perusahaan. Salah satu kekhawatiran utama adalah kemungkinan kebocoran data pribadi atau kekayaan intelektual akibat penyalahgunaan platform tersebut.

Karyawan dapat secara tidak sengaja mengungkapkan informasi rahasia yang rentan terhadap akses yang tidak sah oleh pihak yang menggunakan platform AI tersebut. Selain itu, platform AI dapat digunakan oleh pelaku kejahatan untuk menciptakan skema phishing yang canggih, meningkatkan kemungkinan individu menjadi korban penipuan online. Menurut IBM, kerugian akibat ancaman siber diperkirakan mencapai 4,24 juta dolar AS pada tahun 2022.

Untuk mengurangi dampak negatif dari platform kecerdasan buatan, perusahaan harus menerapkan langkah-langkah komprehensif untuk melindungi bisnis mereka. Solusi keamanan siber konvensional, seperti cloud access security brokers (CASB) dan pendekatan deteksi dan respons, mungkin tidak cukup untuk menghadapi kompleksitas teknologi yang terus berkembang saat ini.

Baca Juga: RUU Kesehatan Akan Disahkan DPR dalam Rapat Paripurna Hari Ini

Salah satu tantangan mendasar adalah bahwa setelah kata kunci dan perintah dimasukkan ke dalam platform kecerdasan buatan, proses tersebut tidak dapat dibatalkan atau diulang. Data yang disimpan di platform kecerdasan buatan tersebut akan digunakan untuk membentuk respons dan penggunaan selanjutnya. Akibatnya, jika suatu solusi mendeteksi adanya pemindahan data, perusahaan tidak dapat melakukan tindakan apa pun.

Menlo Security, sebagai penyedia solusi keamanan siber, menawarkan cloud Data Loss Prevention (DLP) untuk mengelola ancaman dari platform kecerdasan buatan secara efisien. Alat-alat ini memastikan penggunaan platform kecerdasan buatan yang aman melalui tiga implikasi penting: pencegahan kehilangan data, kontrol salin/tempel, dan forensik peramban. (antara)

 
 
Editor : Fandy Gerungan
#kecerdasan buatan #AI Ancaman Manusia #AI ChatGPT