RADARPAPUA.ID- Kuartal kedua tahun 2023 telah berakhir bulan lalu. Firma riset pasar global, International Data Corporation (IDC), baru saja merilis laporan pengapalan PC global selama periode April hingga Juni.
Menurut laporan IDC, pasar perangkat PC mengalami penurunan yang signifikan dari tahun ke tahun pada kuartal kedua tahun 2023. Namun, penurunan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2023. Pada kuartal kedua tahun 2023, pengiriman PC global turun sebesar 13,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan penurunan sebesar 29 persen pada kuartal pertama tahun 2023.
Baca Juga: 49 Merek Kendaraan Akan Ramaikan GIIAS 2023
IDC melaporkan bahwa ini merupakan penurunan kuartalan keenam berturut-turut dalam pasar tersebut. Faktor-faktor seperti hambatan ekonomi makro, permintaan yang lemah, dan perubahan dalam anggaran teknologi informasi dihubungkan dengan penurunan ini.
Penurunan permintaan juga menyebabkan tingginya tingkat persediaan. Dalam hal ini, Lenovo, Dell, dan Acer mengalami penurunan dua digit pada kuartal kedua tahun 2023 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut laporan IDC, hanya Apple yang mencatat pertumbuhan dalam kinerjanya. Lenovo tetap memimpin pasar dengan pengiriman sebanyak 14,2 juta unit dan pangsa pasar sebesar 23,1 persen.
HP atau Hewlett-Packard berada di posisi kedua dengan penjualan sebanyak 13,1 juta unit dan pangsa pasar sebesar 21,8 persen. Dell berada di posisi ketiga dengan pengiriman sebanyak 10,3 juta unit dan pangsa pasar sebesar 16,8 persen.
Baca Juga: Wah, Omoda 5 EV Merengsek Masuk Pasar Otomotif Indonesia
Apple menempati posisi keempat dengan penjualan sebanyak 5,3 juta unit dan pangsa pasar sebesar 8,6 persen. Perusahaan teknologi tersebut mencatat pertumbuhan sebesar 10,3 persen secara tahunan.
Acer berada di posisi kelima dengan pangsa pasar sebesar 3,2 persen. IDC melaporkan bahwa Apple mengalami pertumbuhan yang menguntungkan dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena perusahaan menghadapi masalah pasokan pada kuartal kedua tahun 2022 akibat dampak Covid-19. Di sisi lain, HP menghadapi kelebihan persediaan dalam setahun terakhir dan saat ini telah mendekati tingkat normal. (jpg)