RADARPAPUA - Ahli makanan dan pakar keamanan, Chika Ada Okegbe, memberikan wawasan mengenai penyimpanan saus tomat komersial dan buatan sendiri.
Menurut Okegbe, saus tomat komersial yang dapat ditemukan di toko bahan makanan dapat disimpan dengan aman pada suhu ruangan, tetapi ia merekomendasikan untuk menyimpannya di dalam kulkas setelah dibuka.
Dalam laporan yang disiarkan oleh The Real Simple pada awal bulan Juli ini, Okegbe menjelaskan bahwa setelah saus tomat dibuka, kualitasnya secara perlahan mulai menurun.
Dengan mendinginkan saus tomat setelah dibuka, proses perburukan tersebut dapat melambat, sehingga saus tetap segar dan beraroma lebih lama.
Namun, saus tomat buatan sendiri sebaiknya selalu disimpan di dalam kulkas, karena tidak mengandung bahan pengawet seperti produk komersial.
Okegbe menjelaskan bahwa dalam kondisi belum dibuka, saus tomat dapat bertahan hingga satu tahun di dapur.
Namun, setelah dibuka dan didinginkan, sebaiknya saus tersebut dikonsumsi dalam waktu enam bulan.
Jika saus tomat dibiarkan di dapur setelah dibuka, disarankan untuk mengonsumsinya dalam waktu satu bulan demi keamanan.
Sementara itu, saus tomat buatan sendiri hanya bertahan sekitar seminggu di dalam lemari pendingin dan sebaiknya tidak disimpan di dapur.
Bagaimana kita dapat mengetahui jika saus tomat sudah rusak?
Menurut Okegbe, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan, antara lain adanya jamur pada permukaan atau wadah saus, bau dan rasa yang asam, atau kemasan yang terlihat membengkak.
Hal-hal tersebut menandakan bahwa saus tomat telah mengalami fermentasi dan tidak boleh dikonsumsi.
Dengan mengetahui informasi ini, diharapkan kita dapat menyimpan dan mengonsumsi saus tomat dengan lebih bijaksana, memastikan keamanan dan kualitasnya. (Antara)
Editor : Tina Mamangkey