Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Ternyata Ini, Laptop Harus Dikeluarkan Saat Melewati Keamanan Bandara

Fandy Gerungan • Kamis, 20 Juli 2023 | 14:37 WIB

Laptop harus dikeluarkan dari tas saat melewati mesin x-ray di bandara (Foto : The Sun).
Laptop harus dikeluarkan dari tas saat melewati mesin x-ray di bandara (Foto : The Sun).

RADARPAPUA.ID- Bagi para penumpang setia transportasi udara, pasti sudah tidak asing dengan aturan untuk mengeluarkan laptop dan perangkat elektronik lainnya ketika melewati mesin x-ray di pos pemeriksaan keamanan bandara. Aturan tersebut tidak dilakukan tanpa alasan yang jelas.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso, menjelaskan bahwa tindakan ketat terhadap barang-barang elektronik di dalam kabin pesawat dilakukan sebagai langkah pencegahan terorisme. Oleh karena itu, di Indonesia, salah satu langkah yang diambil adalah melakukan pemeriksaan sebelum naik pesawat.

Baca Juga: Laporan 9 Hakim MK, Denny Indrayana Dinonaktifkan dari Wakil Presiden KAI

"Barang-barang elektronik boleh dibawa ke dalam kabin, tetapi harus dikeluarkan dari tas dan diperiksa melalui mesin x-ray," jelas Agus.

Selain alasan tersebut, ada alasan lain terkait baterai laptop dan tampilannya di dalam mesin x-ray. Michael Sorensen, seorang operator mesin x-ray bandara yang dikutip dari surat kabar tabloid Britania Raya, The Sun, Kamis (20/7), mengatakan, "Alasan penumpang perlu melepaskan terutama laptop dan kadang-kadang tablet, adalah karena baterai dan beberapa barang elektronik adalah bahan logam yang sangat padat sehingga mengaburkan apa yang ada di bawahnya."

Oleh karena itu, petugas keamanan bandara meminta penumpang untuk meletakkan barang elektronik dengan baterai besar di samping tas penumpang atau di tempatkan dalam baki tersendiri. Hal ini dilakukan agar barang-barang terlarang dapat terdeteksi dengan lebih baik.

Selain masalah keamanan di bandara, baterai laptop juga menjadi perhatian karena potensi bahaya di dalam pesawat. Administrasi Penerbangan Federal di Amerika telah memberikan peringatan bahwa baterai laptop dapat menjadi terlalu panas saat ditahan di dalam pesawat.

Baca Juga: Penggemar Vespa Klasik Harus Tahu Ini

Mereka menjelaskan bahwa jika sebuah laptop menyala di dalam tas yang juga berisi barang-barang yang mudah terbakar seperti deodoran aerosol, api dapat dengan cepat membesar dan menyebabkan kebakaran di pesawat.

Jadi, kebijakan ketat terhadap barang-barang elektronik dan pemeriksaan baterai laptop di bandara merupakan langkah pencegahan yang penting untuk meningkatkan keamanan penerbangan. (jpg)

 
 
 
Editor : Fandy Gerungan
#x-ray bandara #Bandara #Perangkat Elektronik