Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Terobosan Di Industri Musik, Label Musik 'HYBE' Gunakan Teknologi AI Atasi Masalah Bahasa

Fandy Gerungan • Jumat, 21 Juli 2023 | 08:56 WIB

Gedung HYBE Entertainment. (web HYBE)
Gedung HYBE Entertainment. (web HYBE)

RADARPAPUA.ID- Perusahaan label musik K-pop terbesar, HYBE, melakukan terobosan baru dalam produksi musik mereka dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengatasi hambatan bahasa dalam lagu-lagu mereka.

Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, HYBE menggabungkan suara penyanyi Korea Selatan dengan suara penutur asli dari lima bahasa lainnya. Teknologi AI ini memungkinkan label yang menaungi grup BTS untuk merilis lagu dalam enam bahasa, yaitu Korea, Inggris, Spanyol, Mandarin, Jepang, dan Vietnam.

Baca Juga: Netflix Raup 6 Juta Pelanggan Baru, Setelah Larang Praktik Berbagi Akun

Seperti dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 20 Juli, penyanyi K-pop di bawah label HYBE telah merilis lagu dalam bahasa Inggris dan Jepang selain bahasa Korea. Penggunaan teknologi AI dalam produksi musik ini merupakan langkah baru dan bahkan merilis lagu dalam enam bahasa sekaligus, membuka potensi untuk penerapan teknologi ini dalam industri musik secara lebih luas.

"Pertama-tama, kami akan menilai reaksi dari para penggemar, dan berdasarkan itu, kami akan menentukan langkah selanjutnya," ungkap Chung Wooyong, kepala cabang media interaktif HYBE dalam wawancara dengan Reuters.

Artis AI dari HYBE, yang dikenal sebagai MIDNATT, yaitu Lee Hyun berusia 40 tahun, hanya menguasai dua bahasa asing, yaitu Inggris dan Mandarin, selain bahasa Korea. Namun, ia telah merilis lagu berjudul 'Masquarede' dalam tiga bahasa berbeda.

Proses produksi lagu dengan menggunakan AI dimulai dengan merekam penyanyi asli saat membacakan lirik lagu. Kemudian, suara ini digabungkan dengan suara bahasa lain menggunakan teknologi AI dalam proses produksi musik.

Baca Juga: Nah Ini! Perusahaan Otomotif Tiongkok Perkenalkan Mesin Mobil Berbahan Bakar Amonia

"Penggunaan teknologi ini melibatkan pemecahan elemen suara menjadi beberapa komponen yang berbeda, termasuk pengucapan, timbre, nada, dan volume," ungkap Chung.

Chung juga menyatakan bahwa tim mereka tetap memperhatikan pelafalan dengan memperhatikan gerakan lidah dan menggunakan imajinasi untuk memvisualisasikan hasil akhir yang dapat dihasilkan dengan bantuan teknologi AI.

Sebagai tambahan informasi, HYBE juga telah mengumumkan akuisisi Supertone senilai jutaan dolar atau lebih dari 5 miliar Rupiah pada bulan Januari lalu. Rencananya, HYBE akan mengembangkan beberapa teknologi AI untuk lagu-lagu MIDNATT yang akan dapat diakses oleh pencipta lagu dan publik. (jpg)

 
 
 
Editor : Fandy Gerungan
#BTS #HYBE #AI