Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Bukti Baru Di Kawah Jezero, Apakah Bahan Organik Di Mars Mendukung Harapan Kehidupan?

Fandy Gerungan • Senin, 7 Agustus 2023 | 14:34 WIB

Ilustrasi: Perseverance Rover, robot khusus yang bertugas di Mars telah menemukan bukti adanya senyawa organik di Kawah Jezero di Mars. (NASA)
Ilustrasi: Perseverance Rover, robot khusus yang bertugas di Mars telah menemukan bukti adanya senyawa organik di Kawah Jezero di Mars. (NASA)

RADARPAPUA.ID- Selama beberapa tahun terakhir, para peneliti dan ilmuwan telah secara intensif melakukan eksplorasi di planet Mars, yang juga dikenal sebagai Planet Merah dalam sistem Tata Surya kita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari bukti keberadaan tempat tinggal selain Bumi di planet tersebut.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Perseverance Rover, sebuah robot khusus yang bertugas di Mars, telah menemukan bukti keberadaan senyawa organik di Kawah Jezero di planet tersebut. Meskipun temuan ini belum sepenuhnya membuktikan bahwa Mars pernah menjadi tempat berkediaman, senyawa organik yang ditemukan tersebut diyakini dapat terbentuk melalui proses nonbiologis.

Para peneliti menganggap temuan ini sebagai indikasi adanya kondisi organik yang sangat kompleks, yang dapat menjadi "blok bangunan kunci" untuk kehidupan di Mars. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature.

Baca Juga: Ana/Tiwi Raih Penilaian Positif dari Pelatih Usai Australian Open 2023

Perseverance Rover telah melakukan penelitian di Kawah Jezero sejak Februari 2021. Para peneliti percaya bahwa kawasan ini pernah menjadi lokasi sebuah danau kuno ribuan tahun yang lalu, termasuk memiliki delta sungai yang pernah mengalir ke dalamnya. Kawah Jezero dianggap sebagai salah satu area yang paling mungkin mengandung tanda-tanda kehidupan di Mars. Senyawa organik yang ditemukan di sana mengandung atom karbon dan seringkali atom hidrogen, yang merupakan komponen penting bagi kehidupan seperti yang kita kenal di Bumi, walaupun bisa saja juga terbentuk secara nonbiologis.

Rekan penulis makalah, Joseph Razzell Hollis, seorang fellow postdoctoral di London's Natural History Museum, menjelaskan bahwa senyawa organik tersebut menjadi penarik perhatian para ahli astrobiologi karena dianggap sebagai fondasi kehidupan. Namun, ia menekankan bahwa senyawa organik ini tidak dapat dianggap sebagai bukti keberadaan kehidupan di Mars tanpa adanya bukti tambahan yang tidak dapat dijelaskan oleh proses nonbiologis atau abiotik.

Rover menggunakan instrumen bernama Scanning Habitable Environments with Raman and Luminescence for Organics and Chemicals (SHERLOC) untuk mengamati senyawa organik ini di permukaan batuan. Temuan ini menjadi signifikan karena berhasil mengidentifikasi bahan organik pada sepuluh titik pengamatan di lantai kawah.

Baca Juga: Tawa Ayah Erling Haaland untuk Arsenal Setelah Manchester City Kalah di Community Shield

Joseph Razzell Hollis, seorang astrobiolog yang berbasis di London, menyatakan bahwa temuan ini mendukung pengamatan dari misi robotik sebelumnya di Mars yang juga menunjukkan bahwa planet ini pernah memiliki banyak bahan organik, yang terutama terdiri dari karbon dan hidrogen, dan beberapa di antaranya masih dapat terdeteksi miliaran tahun setelahnya. Setiap penemuan dan pengamatan baru memberikan informasi lebih lanjut yang mendekatkan kita pada pemahaman tentang sejarah Mars dan apakah planet ini mungkin memiliki kehidupan di masa lalu.

Namun, untuk menarik kesimpulan lebih lanjut tentang asal-usul senyawa organik ini, para peneliti harus mengamati lebih jauh di laboratorium Bumi. Sayangnya, mereka harus menunggu hingga misi Mars Sample Return (MSR) diluncurkan, yang diperkirakan akan berlangsung setidaknya pada akhir tahun 2020-an. Penelitian ini menjadi sangat berharga bagi ilmu planet karena akan mendapatkan sampel batuan Mars utuh yang disimpan dengan hati-hati dan dilindungi dari kontaminasi. Sejauh ini, sampel batuan Mars yang ada di Bumi hanya berasal dari meteorit. (jpg)

 
 
 
 
Editor : Fandy Gerungan
#bahan organik #ilmuan #mars