Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Mengapa Sering Merasa Ngantuk Setelah Makan? Ini Penjelasannya

Tina Mamangkey • Kamis, 10 Agustus 2023 | 09:54 WIB
Ilustrasi mengantuk setelah makan. (Istimewa)
Ilustrasi mengantuk setelah makan. (Istimewa)

RADARPAPUA - Makanan telah dikenal sebagai sumber energi. Namun, mengapa setelah makan kita sering kali merasa mengantuk? Fenomena ini, yang dikenal sebagai "food coma" atau bengong setelah makan, telah dijelaskan oleh Sleep Foundation.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kantuk yang muncul setelah makan. Berikut penjelasannya:

1. Gula Darah Naik

Claire Shortt, seorang pakar gizi, mengungkapkan bahwa ada banyak faktor yang membuat tubuh manusia merasa lelah, mengantuk, dan ingin tidur setelah makan. Salah satunya adalah aktivitas yang terjadi di usus dan seluruh tubuh saat makan.

Shortt juga menyebutkan bahwa makanan memicu serangkaian aktivitas di dalam usus dan seluruh tubuh. Kadar gula darah yang tidak stabil setelah makan juga berkontribusi pada sensasi lelah dan kantuk tiba-tiba.

"Konsumsi makanan tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah, yang kemudian turun dengan cepat," ungkap Claire Shortt seperti yang dilaporkan oleh Medical News Today.

Tidak hanya soal porsi makanan yang berlebihan, makanan kaya garam dan protein juga dapat memicu rasa kantuk.

2. Melewati Sarapan

Terkait dengan tekanan darah, penelitian yang dilakukan oleh Dr. Tomonori Kishino dari Universitas Kyorin, Jepang, menunjukkan bahwa orang yang melewati sarapan mengalami penurunan aliran darah otak secara signifikan setelah makan siang. Akibatnya, mereka yang melewatkan sarapan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk merasa mengantuk di siang hari.

"Melewatkan sarapan dapat memberikan beban yang berat pada tubuh setelah makan siang, yang mengakibatkan perubahan yang lebih besar pada aliran darah," kata Dr. Tomonori Kishino seperti yang dilaporkan dalam jurnal Clinical Physiology and Functional Imaging.

3. Hormon Kebahagiaan Muncul

Hormon serotonin, juga dikenal sebagai hormon kebahagiaan, yang muncul setelah makan juga memiliki efek samping berupa kantuk. Sebuah peninjauan studi oleh Romain Meeusen dan rekan-rekannya dalam jurnal Sports Medicine menyatakan bahwa serotonin terkait dengan rasa lelah karena efeknya yang umum pada tidur, kelesuan, kantuk, dan kehilangan motivasi, meskipun membutuhkan bukti lebih lanjut melalui penelitian.

"Serotonin berperan penting dalam suasana hati dan siklus tidur. Ketika kadar serotonin meningkat setelah makan, tubuh bisa merasa kantuk," ujar Romain Meeusen.

4. Makanan Penyebab Kantuk

Makanan yang kaya akan asam amino triptofan juga dapat memicu kantuk. Ini karena triptofan terlibat dalam produksi serotonin. Makanan yang mengandung triptofan umumnya memiliki kandungan protein yang tinggi, seperti keju, telur, dan tahu.

Selain itu, beberapa makanan seperti ceri dan susu dapat meningkatkan kadar melatonin. Penelitian yang dilakukan oleh B Claustrat dan J Lestin dalam jurnal Neurochirurgie menunjukkan bahwa kadar melatonin yang tinggi dapat menstabilkan dan memperkuat ritme sirkadian, yaitu ritme alami bangun dan tidur seseorang.

Sementara itu, makanan yang kaya sayuran dan lemak, seperti minyak zaitun dan produk susu, cenderung tidak membuat kantuk seperti halnya konsumsi makanan gaya Barat yang kaya akan daging olahan, makanan cepat saji, dan minuman ringan.

Sebaliknya, konsumsi lemak atau karbohidrat dalam jumlah besar berpotensi memicu kantuk dengan mengganggu ritme tidur alami tubuh. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#food coma #mengantuk #makan