Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Bahas Perubahan Iklim, Indonesia Tuan Rumah Asean Summit 2023

Fandy Gerungan • Kamis, 10 Agustus 2023 | 09:22 WIB

umpa pers IFCS 2023 yang membahas perubahan iklim. (RianAlfianto/JawaPos.com).
umpa pers IFCS 2023 yang membahas perubahan iklim. (RianAlfianto/JawaPos.com).

RADARPAPUA.ID- Isu perubahan iklim atau fenomena climate change terus menjadi topik yang mendapat perhatian dari berbagai pihak. Terutama, suhu yang semakin panas belakangan ini semakin terasa di kulit, mendorong setiap orang untuk semakin sadar akan kenyataan dampak perubahan iklim yang nyata.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran mengenai perubahan iklim, Fairatmos, Paloma Sjahrir, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) telah mengadakan sebuah acara berjudul "Indonesia Future of Climate Summit (IFCS) 2023," yang merupakan acara teknologi iklim pertama di Indonesia. Acara ini diadakan pada tanggal 9 Agustus 2023 di the Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Terkendala Kabin Berisik? Pasang Peredam Untuk Kenyamanan Ekstra!

Indonesia Future of Climate Summit 2023 adalah bagian dari rangkaian Asean Summit tahun 2023, yang kali ini diadakan di Indonesia. IFCS 2023 menghadirkan tiga sesi panel yang membahas topik-topik terkait teknologi dalam bidang pengurangan karbon, pendanaan proyek dan teknologi iklim, serta bagaimana dunia bisnis dapat mengambil langkah-langkah sesuai dengan prinsip-prinsip Ecosystem, Social, dan Governance (ESG) dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

Dalam acara ini, Alue Dohong, Wakil Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menjelaskan bahwa sektor teknologi iklim memiliki peranan yang penting dalam memastikan transparansi dan akurasi dari berbagai upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Natalia Rialucky, Chief Executive Officer dari Fairatmos, menambahkan bahwa acara ini memungkinkan para pembuat kebijakan, inovator, ahli industri, dan stakeholder lainnya untuk berkolaborasi dalam mendorong inovasi di bidang iklim.

Natalia Rialucky menyatakan, "Indonesia Future of Climate Summit 2023 adalah tempat untuk berdiskusi dan mencari solusi dalam menghadapi perubahan iklim," saat pembukaan acara di Jakarta pada Rabu (9/8).

Pada sesi panel, IFCS 2023 menghadirkan sejumlah pakar yang ahli di berbagai bidang teknologi iklim serta sektor yang dapat mendukung pertumbuhan industri ini. Selain sesi panel, IFCS 2023 juga merupakan platform peluncuran laporan inovatif hasil kolaborasi antara Fairatmos dengan Boston Consulting Group (BCG), yang berjudul "Unlocking Nature's Potential: Southeast Asia's Role in Combating Climate Change."

Laporan ini mengungkapkan peluang besar yang ditawarkan oleh solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions/NbS) di wilayah Asia Tenggara, dengan proyeksi potensi pasokan offset karbon sekitar 30 persen secara global pada tahun 2030, walaupun wilayah Asia Tenggara hanya mencakup kurang dari satu persen dari total luas daratan dunia.

IFCS 2023 merupakan acara teknologi iklim pertama di Indonesia yang berkomitmen netral karbon, dengan upaya untuk mengurangi emisi selama acara dan mengimbangi sisa emisi dengan inisiatif carbon offset yang diprakarsai oleh Fairatmos.

Baca Juga: September, Lumbung Pangan di Papua Tengah Dibangun

Selaras dengan komitmen ini, IFCS 2023 juga mengadakan pameran inovasi lingkungan yang melibatkan beberapa entitas seperti Green Rebel by Burgreens, K’s Eco Bag, Electrum, Nafas, Beehive Drones, MAPID, Planet, Burung Indonesia, Bicara Udara, dan Triputra Agro Persada.

Acara ini didukung oleh berbagai pihak seperti TBS Energi, Vertex Ventures, Argor, AC Ventures, Triputra Agro Persada, Pertamina PNRE, ExxonMobil, Green Rebel, TS Media, the Dharmawangsa Hotel, dan banyak lainnya. Diharapkan bahwa IFCS 2023 akan menjadi acara tahunan yang dapat menginspirasi berbagai sektor untuk berkolaborasi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dengan memanfaatkan teknologi terkini. (jpg)

 
 
 
Editor : Fandy Gerungan
#Perubahan Iklim #KADIN