Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Luka Emosional Di Masa Lalu Berdampak Pada Kehidupan Emosional Anak Selanjutnya

Fandy Gerungan • Senin, 14 Agustus 2023 | 15:36 WIB

Reaksi emosi ortu yang tidak proporsional merupakan salah satu ciri luka inner child
Reaksi emosi ortu yang tidak proporsional merupakan salah satu ciri luka inner child

RADARPAPUA.ID- Setiap individu memiliki kebutuhan emosional yang perlu dipenuhi. Pada anak-anak kecil, pemenuhan emosi ini bergantung pada peran orang tua atau pengasuh dalam hidup mereka. Kebutuhan emosional yang terpenuhi pada masa kecil bisa berdampak pada perkembangan inner child atau keadaan emosional di dalam diri seseorang saat dewasa.

Psikolog Melissa Magdalena MPsi menjelaskan bahwa kebutuhan emosional yang terpenuhi akan menciptakan pengalaman yang menyenangkan. Sebaliknya, jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, dapat menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Ini dapat mengakibatkan luka dalam inner child, yaitu keadaan emosional yang belum terpenuhi sejak masa kecil.

Luka pada inner child ini dapat mempengaruhi hubungan seseorang dengan orang di sekitarnya, termasuk pasangan, teman, dan anak-anak. Orang tua yang memiliki luka inner child dapat mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat dengan anak-anak mereka.

Baca Juga: Cuaca Panas, Bahaya Kebakaran Mobil: Jangan Abaikan Kelima Barang Ini Saat Mobil Terparkir

Misalnya, respons yang berlebihan terhadap situasi sepele seperti panggilan anak yang tidak dijawab. Reaksi yang berlebihan ini bisa terjadi karena luka dalam inner child yang membuat seseorang merasa diabaikan, seperti yang dijelaskan oleh Melissa.

Luka dalam inner child juga dapat terlihat dalam reaksi emosional yang tidak sebanding dengan situasi. Dalam pengasuhan anak, reaksi emosional yang intens dapat berdampak negatif. Jika reaksi emosi orang tua selalu intens, anak akan menganggap ini sebagai cara yang benar untuk mengekspresikan emosi, padahal hal ini tidak selalu tepat.

Melissa menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan emosional anak. Pengalaman ini dapat memengaruhi pandangan anak terhadap diri sendiri dan cara mereka berinteraksi dengan orang lain. Untuk memenuhi kebutuhan emosional anak, penting untuk memberikan cinta dan kasih sayang, pelukan, sentuhan lembut, pujian, dukungan, semangat, dan empati.

Jika seseorang merasa memiliki luka dalam inner child, disarankan untuk mengatasi masalah ini terlebih dahulu. Orang tua akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan emosional anak jika mereka sendiri belum dapat memenuhi kebutuhan emosi mereka.

Baca Juga: Melangkah Lebih Jauh, Asuka Hadirkan Head Unit Yang Mengubah Udara Di Kendaraan

Melissa mengingatkan bahwa beberapa pengalaman emosional dapat diatasi dengan pemahaman dan usaha pribadi, tetapi untuk kasus yang lebih berat atau traumatik, bantuan profesional dapat diperlukan.

Pentingnya memenuhi kebutuhan emosional anak akan mempengaruhi bagaimana anak melihat diri mereka sendiri dan berinteraksi dengan orang lain. Kebutuhan ini dapat diekspresikan melalui berbagai cara, seperti memberikan cinta dan kasih sayang, sentuhan lembut, pujian, dukungan, semangat, dan empati kepada anak. Penting untuk diingat bahwa kebutuhan emosional yang terpenuhi pada masa kecil akan membawa pengaruh hingga usia dewasa. (jpg)

 
 
 
 
Editor : Fandy Gerungan
#orang tua #parenting anak