Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Memahami Kepribadian Orang Lain, 12 Cara Membaca Karakter

Tina Mamangkey • Senin, 6 November 2023 | 08:31 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARPAPUA - Dalam kehidupan ini, kita pastinya akan selalu bertemu dengan orang baru, bahkan orang yang belum kita kenal sama sekali.

Dalam pertemuan pertama, kita sering menerka-nerka karakter dari orang lain, apakah orang tersebut baik atau orang tersebut memiliki tujuan tertentu, dan lain sebagainya.

Dalam pertemuan pertama, kita akan saling menilai karakter masing-masing. Walaupun hal tersebut bersifat subjektif, tetapi hal ini juga dapat dijadikan sebagai acuan atau wawasan dengan melakukan penilaian karakter berdasarkan hal-hal kecil yang dilakukannya.

Berikut 12 Cara bagaimana membaca karakter orang lain:

1. Bagaimana dan seberapa banyak dia membicarakan orang lain

Membicarakan orang lain bisa menunjukkan karakter yang sebenarnya. Membicarakan seseorang bisa menjadi positif, bisa jadi hal yang negatif.

Positif ketika yang dibicarakan adalah ide-ide dari orang lain, pikiran-pikiran dari orang lain, ataupun hal positif yang datang dari orang lain.

Sedangkan bisa juga menjadi negatif ketika bergosip, membicarakan keburukan orang lain, dan menyebarkan aib orang lain.

Orang yang sering membicarakan orang lain secara positif bisa diartikan karakternya adalah terbuka dan mudah bergaul, sedangkan jika terlalu sering membicarakan orang lain, maka karakter orang tersebut adalah orang yang mudah terpengaruh dan tidak memiliki prinsip.

Sebaliknya jika orang tersebut membicarakan hal negatif orang lain bisa diartikan bahwa dia adalah orang yang pendengki, iri, pendendam, dan biang gosip.

2. Bagaimana anak kecil merespon orang tersebut

Walaupun hal ini bersifat subjektif, tetapi hal ini juga bisa dipakai sebagai acuan. Karena pada umumnya anak-anak memiliki kemampuan untuk membedakan orang.

Anak kecil biasanya memperhatikan raut wajah seseorang yang mencoba mendekatinya, kemudian dia merespon orang tersebut.

Ada beberapa orang yang sangat cepat akrab dengan anak kecil, walaupun baru pertama kali bertemu. Ada juga orang yang sudah berusaha untuk akrab, tetapi masih sulit untuk berinteraksi dengan anak tersebut.

Dari hal ini, kita bisa menyimpulkan apa arti dari hal tersebut. Walaupun hal ini masih bersifat subjektif dan bisa diperdebatkan.

3. Cara merespon kesuksesan orang lain

Orang yang mentalnya lemah akan merasa tertekan dan kurang nyaman ketika orang lain menjadi lebih baik dari dirinya. Iri dan dengki adalah salah satu tanda seseorang mempunyai mental yang lemah.

Ketika orang lain mendapatkan promosi jabatan dari hasil kerja kerasnya, orang yang bermental lemah akan merasa kurang nyaman dengan hal tersebut.

Dia merespon dengan kata-kata yang tidak percaya, dan lain sebagainya. Kemudian yang terjadi adalah orang itu akan menggosip dan memfitnah. Fitnah, menuduh orang lain mendapatkan kesuksesan karena dia dekat dengan pimpinan, karena dia pandai menjilat, dan lain sebagainya.

Rasa kurang nyaman itu sebenarnya muncul dari pesimisme, karena dia merasa tidak bisa berusaha sekeras orang lain.

Orang yang bermental kuat akan bersikap sebaliknya, justru dia akan memberikan ucapan selamat dan belajar dari kesuksesan orang tersebut.

4. Ketika minum dari cangkir

Seorang psikolog, David Junto, mengatakan seseorang yang melihat kedalam cangkir ketika sedang minum cenderung lebih mawas diri, sadar diri, idealis, dan fokus.

Sedangkan seseorang yang melihat bibir cangkir ketika minum cenderung mudah dipengaruhi orang lain, lebih sadar lingkungan, riang, ekstrovert, dan mudah percaya.

5. Bagaimana cara dia berjalan

Seorang pakar bahasa tubuh, Peti Wood, mengatakan bahwa cara berjalan seseorang menunjukkan karakter orang tersebut.

Gaya berjalan yang cepat dan cenderung menumpukan berat badan di depan menunjukkan orang yang produktif, disiplin, logis, namun cenderung dingin dan suka bersaing.

Sedangkan cara berjalan seseorang yang fokus dan matanya cenderung ke bawah menunjukkan dia adalah seorang yang introvert.

Lain lagi, dengan cara berjalan dada ke arah depan, kepala tegak menunjukkan seseorang yang memiliki karakter kuat, berkarisma, supel, walaupun cenderung suka merebut panggung dan ingin diperhatikan.

6. Cara makan

Orang yang makan dengan lambat biasanya adalah orang yang senang berada di bawah kontrol. Dia adalah karyawan yang baik, tidak suka memberontak.

Dia juga tahu bagaimana caranya menghargai hidup. Sedangkan orang yang suka mencoba berbagai macam makanan adalah orang yang suka tantangan dan mengambil risiko.

Sementara orang yang selalu pilih-pilih makanan cenderung mudah cemas dan bermasalah dengan emosinya. Orang yang suka memisah-misahkan makanan sesuai dengan jenis makanannya adalah orang yang detail, klaten, dan sangat berhati-hati.

7. Cara berjabat tangan

Hal pertama yang dilakukan ketika bertemu dengan orang adalah berjabat tangan. Berjabat tangan bisa menunjukkan karakter seseorang.

Orang yang cenderung berjabat tangan dengan mantap seringkali dihubungkan dengan kepercayaan diri yang tinggi, bertanggung jawab, dan suka menerima tantangan.

Sedangkan orang yang berjabat tangan dengan lemah sering diasosiasikan sebagai seseorang yang punya kepribadian yang kurang percaya diri, pemalu, dan kurang mampu dalam menerima tantangan.

8. Cara membawa tas

Menurut pakar bahasa tubuh, Peti Wood, seseorang yang suka membawa dompet dilakukan lengan menunjukkan karakter yang memelihara diri dan menekankan status sosial.

Sedangkan mereka yang memakai tas selempang dengan posisi pas di bagian depan, dia adalah orang yang memprioritaskan keamanan.

Sedangkan jika menghadap ke belakang, menunjukkan karakter yang dingin, kalem, dan tenang. Mereka yang suka menggunakan tas ransel cenderung lebih independen dan suka merawat diri.

9. Seberapa sering dia melihat smartphone

Saat ini, semua orang pasti memiliki smartphone, dan ternyata seberapa sering dia melihatnya akan menunjukkan karakter seseorang.

Terkadang kita sering melihat orang yang melihat smartphone-nya walaupun tidak ada hal yang perlu dilakukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa dia kurang stabil secara emosional, tidak percaya diri, atau tidak nyaman dengan suasana pada saat itu.

10. Gaya selfie

Sebuah studi di Nanyang Technological University, Singapura, pada tahun 2015, menunjukkan bahwa orang-orang cenderung mengambil foto selfie.

Foto selfie dari bawah menunjukkan kepribadian yang lebih muda setuju, lebih mudah menerima perintah, dan lebih mudah dipengaruhi orang lain.

Sedangkan orang yang selfie dengan gaya yang ekspresif, misalnya dengan tersenyum atau tertawa, adalah mereka dengan kepribadian terbuka, dengan pengalaman baru.

Sementara orang yang suka selfie dengan memajukan bibir atau duck face menunjukkan bahwa mereka memiliki masalah emosional.

11. Membandingkan sikap di depan bos dan bawahannya

Setiap orang sebenarnya memiliki level dan value terhadap dirinya masing-masing. Contohnya, jika di dalam perusahaan terdapat atasan dan bawahan yang terhubung dengan posisi atau jabatan masing-masing. Kita bisa menilai seseorang dengan memperhatikan bagaimana dia bersikap ketika dia di depan atasannya dan kita bandingkan ketika dia di depan bawahannya.

Apakah gaya bicaranya sama atau berbeda? apakah bicaranya sama-sama lembut? apakah bicaranya sama-sama sopan? atau ketika di depan bosnya, dia adalah orang yang penurut baik, dan ketika di depan bawahannya, dia adalah orang yang pemarah dan meledak-ledak. Kita bisa menilai karakter seseorang dari hal tersebut.

12. Bagaimana dia memperlakukan service staff

Service staff yang dimaksud di sini, seperti seorang office boy, kasir minimarket, pelayan restoran, customer service, dan lain sebagainya.

Sebuah studi menunjukkan bahwa sikap seseorang dapat dilihat dari bagaimana dia memperlakukan karyawan restoran. Jadi, bagaimana caranya dia memperlakukan service staff itu akan menunjukkan perlakuan dia terhadap semua orang secara umum.

Sebagai konsumen, pasti akan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan service staff, karena kita bisa memilih untuk komplain, memarahi, bahkan berterima kasih.

Perlakuan seseorang kepada para service staff bisa dijadikan tolak ukur integritas, kedewasaan, sopan santun, dan lain sebagainya.

Contohnya, jika dia kurang mendapatkan pelayanan yang memuaskan, lihatlah responnya, apakah dia akan sopan atau marah-marah, atau bahkan memaki service staff tersebut.

Nah, itulah dia beberapa cara untuk membaca karakter atau kepribadian seseorang. Hal terpenting yang perlu digarisbawahi, semua itu adalah sesuatu yang bersifat subjektif.

Tentu saja kita tidak boleh menjustice orang lain hanya dari penampilan luarnya saja. Perlu lebih jauh mengenali karakter orang lain baru kita bisa memutuskan apakah orang tersebut baik atau tidak. (*)

Sumber: Youtube Ruang Moral

Editor : Tina Mamangkey
#penilaian karakter #karakter orang #karakter