RADARPAPUA.ID- Mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah berhasil meraih posisi kedua dalam kompetisi Chem-E-Car Global Race Competition di Florida, Amerika Serikat. Tim Spektronics ITS yang dipimpin oleh Bimo Bintang Aulia bersaing dengan 46 tim finalis dari universitas di seluruh dunia. Mereka berhasil menciptakan sebuah mobil prototipe bertenaga reaksi kimia yang menggunakan tekanan udara dari dekomposisi hidrogen peroksida (H2O2) dengan bantuan katalis ferri klorida (FeCl3) sebagai sumber tenaga.
Bimo Bintang Aulia, seorang mahasiswa tahun ketiga di ITS, menjelaskan bahwa kompetisi ini diadakan oleh American Institute of Chemical Engineers (AIChE) dan melibatkan beberapa tahap seleksi. Tim Spektronics ITS berhasil melalui tahap Chem-E-Car Regional Competition di wilayah mereka sebelum mencapai tahap final. Sebelum perlombaan, mereka juga harus menjalani sesi safety and inspection untuk memeriksa kelayakan mobil mereka agar beroperasi dengan aman dan optimal.
Baca Juga: Pasukan Elite Hamas Menewaskan Keponakan PM Israel dalam Pertempuran Sengit
Tim Spektronics ITS membawa mobil prototipe versi terbaru, yaitu Spektronics 23, yang dilengkapi dengan teknologi terintegrasi seperti fitur solenoid valve yang dikendalikan secara otomatis menggunakan arduino nano. Ini meningkatkan kontrol terhadap tekanan udara, memberikan akurasi yang lebih tinggi, dan meningkatkan efisiensi hingga 50% dibandingkan dengan model sebelumnya.
Baca Juga: Bella Hadid Ungkap Kenangan Sulit Ayahnya yang Terusir dari Palestina di Usia 9 Hari
Meskipun tim Spektronics ITS mengalami beberapa kendala selama kompetisi, termasuk masalah logistik pengiriman mobil melalui pesawat yang mengharuskan mereka melakukan perbaikan beberapa bagian mobil, persiapan matang yang dimulai sejak Juni sebelumnya membantu mereka mengatasi kendala tersebut. Tim ini berhasil menempuh jarak 25 meter dengan kesalahan sebesar 0,112 meter, hanya kalah 0,05 meter dari tim juara pertama, Auburn University (AS). (jpg)