Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Langkah Preventif YouTube: Fitur Baru Untuk Melindungi Remaja Dari Isu Bunuh Diri

Fandy Gerungan • Kamis, 9 November 2023 | 09:08 WIB

YouTube Kids, Salah Satu Layanan YouTube yang juga Akan Mendapatkan Fitur Baru / Sumber : YouTube
YouTube Kids, Salah Satu Layanan YouTube yang juga Akan Mendapatkan Fitur Baru / Sumber : YouTube

RADARPAPUA.ID- YouTube, salah satu platform berbagi video terbesar dan populer, telah mencapai 2,70 miliar pengguna aktif per bulan pada Oktober 2023. YouTube menawarkan beragam jenis konten yang dapat dinikmati oleh para penggunanya.

Menurut informasi yang diambil dari blog resmi YouTube, James Beser, direktur produk YouTube yang bertanggung jawab atas segmen remaja dan anak-anak, telah mengumumkan pengenalan fitur baru. Mereka secara resmi mengumumkan kemitraan yang diperbarui dengan Youth and Families Advisory Committee, sebuah organisasi yang berfokus pada kesehatan mental, dukungan orang tua, dan remaja. Kerja sama antara YouTube dan organisasi ini telah berlangsung sejak tahun 2018.

Baca Juga: Takut Jatuh Cinta? Bisa Jadi Philophobia, Berikut Ciri-ciri dan Penyebabnya

Saat ini, tim Youth and Families Advisory Committee terdiri dari 12 anggota, yang meliputi para ahli dalam bidang anak-anak, kesehatan remaja, dan peneliti perilaku internet. Melalui kemitraan baru ini, YouTube berencana untuk melakukan perubahan besar pada fitur yang ditujukan untuk audiens remaja.

Menurut Allison Briscoe-Smith, salah satu anggota tim Youth and Families Advisory Committee, "Banyaknya konten yang tersedia di YouTube dapat memengaruhi pemikiran remaja jika mereka terus-menerus mengonsumsi konten yang memiliki unsur negatif. Para remaja bisa terpengaruh oleh konten yang mereka tonton, dan terkadang mereka menjadikan konten tersebut sebagai standar bagi diri mereka."

Baca Juga: Waduh! Takut Wanita, Pria Asal Afrika Sembunyi Selama 55 Tahun di Dalam Rumah

Untuk mengatasi masalah ini, YouTube akan secara resmi menerapkan fitur yang mengurangi kemunculan topik-topik sensitif dalam fitur rekomendasi bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun. Topik sensitif ini termasuk hal-hal yang terkait dengan bunuh diri, self-harm, serta topik yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan merangsang perilaku negatif pada remaja. Sebagai contoh, jika seorang pengguna mencari kata "suicide", hasilnya akan berupa layanan telepon konsultasi kesehatan dan pencegahan bunuh diri, bukan video yang berkaitan dengan topik tersebut. (jpg)

 

 
 
 
 
 
Editor : Fandy Gerungan
#Remaja #Youtube #anak anak