Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Drama 5 Hari, Sam Altman Kembali Pimpin OpenAI Setelah Episode Pemecatan Kontroversial

Fandy Gerungan • Kamis, 23 November 2023 | 10:15 WIB

Sam Altman dipecat oleh perusahaan OpenAI pada hari Jumat (17/11). / sumber: thenationalnews.com
Sam Altman dipecat oleh perusahaan OpenAI pada hari Jumat (17/11). / sumber: thenationalnews.com

RADARPAPUA.ID- Sam Altman akan kembali menjabat sebagai CEO OpenAI setelah terjadinya kekacauan dalam beberapa hari terakhir akibat pemecatannya.

OpenAI mengumumkan pada Rabu (22/11) bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk mengembalikan Sam Altman sebagai kepala eksekutif perusahaan setelah perdebatan yang intens selama beberapa hari. Perusahaan tersebut juga sepakat untuk membentuk kembali sebagian dewan direksi yang sebelumnya mencopot Altman dari jabatannya.

Greg Brockman, mantan presiden OpenAI yang mundur sebagai bentuk protes terhadap pemecatan Altman, juga akan kembali menempati posisinya.

Baca Juga: Komitmen Kuat MG, Buka Pabrik Baru untuk Perkuat Posisi Di Pasar Otomotif Lokal

Kesepakatan tersebut mencakup pembentukan dewan direksi baru yang terdiri dari Bret Taylor, Larry Summers, dan Adam D'Angelo, di mana D'Angelo sebelumnya merupakan bagian dari dewan yang mencopot Altman. Dewan direksi kecil ini bertanggung jawab untuk mengevaluasi dan menunjuk dewan yang lebih luas hingga sembilan orang untuk melakukan restrukturisasi tata kelola OpenAI.

Microsoft, yang telah menginvestasikan lebih dari US$ 10 miliar ke OpenAI, juga berkeinginan untuk mendapatkan kursi di dewan yang direstrukturisasi, sesuai dengan keinginan Altman sendiri. CEO Microsoft, Satya Nadella, menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin ada kejutan di masa depan.

Kedua belah pihak setuju untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas peristiwa ini, yang kemungkinan akan dilakukan oleh firma hukum independen.

Baca Juga: Mengintip Keunikan Desain Internal MacBook Pro 14 Inci

Sam Altman menyatakan bahwa langkah-langkah yang diambilnya selama beberapa hari terakhir bertujuan untuk menjaga kesatuan tim dan misi OpenAI. Investor besar OpenAI lainnya, Thrive Capital, menyambut kembalinya Altman sebagai hasil terbaik bagi perusahaan dan teknologinya serta dunia secara umum.

Kembalinya Altman lebih mengejutkan dibandingkan dengan kepergiannya yang mendadak pada Jumat (17/11). Meskipun demikian, dewan nirlaba OpenAI tetap teguh pada keputusan awal untuk mencopot Altman, bahkan mengangkat dua CEO dalam tiga hari untuk menghindari kemungkinan kembalinya Altman.

Sementara itu, karyawan OpenAI memberontak dan mengancam akan pindah ke Microsoft bersama Altman dan Greg Brockman jika dewan direksi tidak mengundurkan diri. Ratusan karyawan OpenAI mengancam untuk mengundurkan diri secara kolektif, merasa bahwa pemecatan Sam Altman terlalu terburu-buru dan tidak konsisten dengan visi perusahaan.

Selama peristiwa ini, anggota dewan yang menentang Altman tidak memberikan alasan rinci atas pemecatannya. Sebelumnya, CEO sementara, Emmett Shear, yang diangkat pada Minggu (19/11), mengancam akan mundur jika dewan tidak dapat memberikan bukti kesalahan yang mendukung pemecatan Altman. (jpg)

 
 
Editor : Fandy Gerungan