RADARPAPUA - Rasa cemas dapat dialami oleh siapa pun, namun hasil penelitian terbaru yang dilaporkan oleh laman Fortune (24/1) mengungkapkan sesuatu yang unik.
Generasi Z atau yang lebih dikenal sebagai Gen Z ternyata memiliki kecemasan khusus terhadap menu makanan.
Dalam studi tersebut, diungkapkan bahwa Gen Z cenderung enggan berinteraksi dengan pramusaji. Selain itu, mereka juga merasa khawatir akan tagihan yang meningkat akibat inflasi.
Fortune bahkan menyebutkan bahwa jika Anda mengundang Gen Z untuk makan, jangan harap mereka akan datang jika belum melihat menu dan harganya.
Tak dapat disangkal bahwa hal ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19 dan masa lockdown yang membuat banyak kaum muda mengalami kecemasan sosial, yang tentu saja memengaruhi kehidupan mereka.
Prezzo, jaringan restoran Inggris, melakukan penelitian dengan mewawancarai lebih dari 2.000 orang tentang kenyamanan mereka saat makan di luar.
Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang paling banyak melaporkan 'kecemasan menu' adalah Gen Z, di mana 34% dari kelompok usia 18 hingga 24 tahun mengaku sering meminta orang lain di meja untuk berbicara dengan pelayan atas nama mereka karena terlalu gugup untuk berbicara sendiri.
Diketahui bahwa Gen Z ingin bersiap menghadapi situasi tersebut. Sekitar separuh pelanggan menyatakan akan memeriksa menu sebelum pergi makan malam, tetapi hampir 40% pelanggan Gen Z mengatakan mereka tidak akan pergi makan malam jika tidak dapat melihat menu terlebih dahulu.
Beberapa ketakutan Gen Z terhadap menu makanan di luar antara lain adalah rasa bingung menghadapi banyak pilihan, takut salah menyebutkan nama menu, dan rasa malu.
Mereka juga khawatir memesan makanan yang tidak sesuai dan menyesalinya dibandingkan dengan pilihan rekan-rekan mereka.
Kenaikan harga makanan di luar juga menjadi salah satu alasan Gen Z lebih memilih menghabiskan lebih banyak waktu di dapur mereka sendiri.
Menurut laporan Better Money Habits Bank of America tahun 2023 yang melakukan survei kepada lebih dari 1.100 Gen Z, mayoritas dari mereka (73%) telah mengubah gaya hidup mereka dan berusaha mengurangi pengeluaran, termasuk biaya bahan bakar dan bahan makanan.
Sementara itu, penelitian yang dirilis pada musim panas menunjukkan bahwa 61% Gen Z merasa tertekan terkait pilihan makanan sejak masa kanak-kanak, sehingga mereka merasa cemas jika memesan menu yang tidak sesuai. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey