Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Elon Musk Rencanakan Ekspansi, Media Sosial X Bakal Rekrut Tenaga Kerja Baru

Fandy Gerungan • Senin, 29 Januari 2024 | 14:37 WIB

Elon Musk dan logo X./ Business Today
Elon Musk dan logo X./ Business Today

RADARPAPUA.ID- X, media sosial yang kini dimiliki oleh Elon Musk, berencana untuk menambah jumlah karyawan baru pada tahun ini. Menurut laporan dari The Verge, X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, berambisi merekrut 100 pegawai baru.

Keputusan ini diambil setelah media sosial X dan platform lainnya dipanggil oleh Senator Amerika Serikat terkait konten eksploitasi seksual pada anak. Komite Senat Amerika Serikat, melalui laman resminya, mengumumkan bahwa pada 31 Januari mendatang, mereka akan meminta pertanggung jawaban dari media sosial yang dimiliki Elon Musk, bersama dengan Meta, Discord, TikTok, dan Snap.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 29 Januari-4 Februari 2024: Aquarius Bersinar, Libra Hati-hati

X, melalui blog resminya, merinci rencananya untuk menambah pekerja yang akan fokus pada moderasi konten yang terkait dengan eksploitasi seksual anak. Meskipun pengguna aktif remaja di Amerika Serikat pada platform mereka tidak begitu banyak, X tetap berkomitmen untuk melarang penyebaran konten semacam itu.

Pegawai yang direkrut akan ditempatkan di Trust and Safety Center of Excellence di Austin, Texas, Amerika Serikat. X juga mengungkap bahwa pada tahun 2023, mereka telah memblokir akses sebanyak 12,4 juta akun yang mengunggah konten eksploitasi seksual anak. Mereka juga mengirimkan 850 ribu laporan kepada National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), delapan kali lebih banyak dari laporan yang dilaporkan oleh Twitter pada tahun 2022.

Baca Juga: Fasilitas Negara Tak Boleh untuk Kampanye, Bawaslu Diminta Periksa Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana

Perusahaan ini berjanji untuk terus berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam penangkapan pengguna yang menyebarkan konten semacam itu. Meskipun X berambisi menjadi media sosial bebas berpendapat pada tahun 2024, mereka tetap berkomitmen untuk menjaga rasa aman bagi pengguna. Sebelumnya, media sosial yang dulunya dikenal sebagai Twitter telah mendapatkan kritik tajam karena membiarkan konten tersebut berkeliaran secara bebas di platformnya.

Menurut laporan dari USA Today, Elon Musk sebelumnya telah melakukan pemangkasan besar-besaran pada tim moderasi pada November 2022 ketika ia mengambil alih kontrol atas platform tersebut. Keputusan tersebut berdampak pada 3000 pegawai, sebagian besar dari mereka adalah tenaga kerja kontrak. (jpg)

 
 
Editor : Fandy Gerungan
#X elon Musk #Twitter