Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Dampak Kesepian Masa Kecil, 8 Tanda dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Dewasa Anda

Tina Mamangkey • Senin, 26 Februari 2024 | 12:06 WIB
Ilustrasi seorang anak yang kesepian. (Freepik)
Ilustrasi seorang anak yang kesepian. (Freepik)

RADARPAPUA - Kesepian bukanlah sekadar perasaan kosong dan terasing, tetapi juga merupakan suatu kondisi yang bisa dirasakan oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

Lebih dari sekadar kurangnya teman atau interaksi sosial, kesepian mencerminkan kekurangan koneksi emosional dengan orang lain.

Kondisi kesepian dapat timbul dari berbagai situasi, seperti perubahan lingkungan seperti pindah sekolah atau tempat kerja, isolasi saat bekerja dari rumah, atau bahkan perpisahan dalam hubungan.

Namun, pengalaman kesepian sejak masa kecil bisa memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan mental dan kemampuan kognitif seseorang di masa dewasa.

Jarang berinteraksi dengan orang lain dapat menyulitkan seseorang dalam membangun hubungan sosial di kemudian hari, yang pada gilirannya bisa memunculkan masalah psikologis seperti kecemasan, depresi, atau bahkan pemikiran untuk melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri.

Berikut adalah delapan tanda-tanda kesepian pada masa kecil dan dampaknya pada kehidupan dewasa, sebagaimana dilaporkan oleh Your Tango pada Senin, tanggal 26 Februari.

1. Waktu tidur terganggu, insomnia, atau gangguan saat tidur lainnya

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep, kesepian dapat merusak kesempatan untuk mendapatkan istirahat cukup saat tidur di malam hari.

Orang yang kesepian sering terbangun lebih sering selama tidur dan merasa tidak nyenyak. Hal ini dapat mengurangi kualitas tidur dan kesehatan secara umum.

2. Menghabiskan waktu lebih lama saat mandi atau berendam

Seorang ahli psikologis dan peneliti di Yale University, Connecticut, bernama John Bargh, PhD, mengatakan, “Semakin kesepian, seseorang akan semakin sering mandi dan berendam, menggunakan air yang lebih panas.”

Hal ini dikarenakan orang yang kesepian mencari kehangatan fisik sebagai pengganti kehangatan sosial.

Mandi atau berendam dengan air hangat dapat memberikan rasa nyaman dan relaksasi, tetapi juga dapat menunjukkan ketidakpuasan dengan kehidupan sosial.

3. Sering menghakimi

Menjadi terlalu kritis atau secara konsisten menghakimi orang lain juga bisa menjadi ciri-ciri peningkatan aktivitas di area otak yang disebut anterior cingulate gyrus (ACG).

ACG terlibat dalam deteksi kesalahan dan ketika terlalu aktif, seseorang bisa terjebak pada pemikiran kritis atau negatif.

Dengan mengkritik orang lain, akan memisahkan seseorang dari yang lainnya dan membuat seseorang merasa sendirian.

4. Sulit terbuka dengan orang lain

Seseorang yang takut untuk membuka diri kepada orang lain karena takut dikritik atau dihakimi seringkali merasakan kesepian.

Seseorang ini sering berada pada hubungan di mana mereka tidak harus membiarkan orang lain melihat mereka apa adanya.

Jika seseorang tersebut terbuka dengan yang lain, mereka akan merasakan kecemasan.

5. Memiliki sifat yang sering marah atau lepas kendali

Seseorang yang terbiasa lepas kendali cenderung mengasingkan orang lain sehingga menyebabkan kesepian.

Marah atau lepas kendali adalah cara untuk mengekspresikan perasaan tidak puas atau frustrasi, tetapi juga dapat menimbulkan konflik atau permusuhan dengan orang lain.

Orang yang sering marah atau lepas kendali mungkin merasa tidak ada yang mengerti atau mendukung mereka.

6. Selalu sibuk

Salah satu tanda dari seseorang yang kesepian adalah selalu terburu-buru sepanjang hari untuk menyelesaikan daftar tugas atau pekerjaan.

Mengisi hari dengan kegiatan yang mencegah seseorang terhubung dengan orang lain adalah cara orang kesepian mengisi kekosongan yang mereka rasakan di dalam.

Sibuk juga bisa menjadi alasan untuk menghindari interaksi sosial yang mungkin membuat mereka merasa tidak nyaman atau canggung.

7. Berbelanja secara berlebihan

Mengutip Journal of Consumer Research, beberapa orang menjadi terikat secara emosional dengan pembelian mereka karena kesepian.

Hubungan dengan benda mati ini menggantikan kurangnya ikatan dekat dengan orang lain.

Orang yang kesepian mungkin merasa lebih bahagia saat membeli barang-barang baru, tetapi juga merasa lebih sedih saat menyadari bahwa barang-barang itu tidak dapat menggantikan kehadiran orang lain.

8. Mengidap social anxiety

Social anxiety adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan ketakutan berlebihan dan rasa cemas saat berada di situasi sosial.

Orang yang mengidap social anxiety mungkin merasa takut untuk berbicara, bertemu, atau berinteraksi dengan orang lain.

Mereka juga cenderung menghindari situasi sosial yang mungkin menimbulkan penilaian negatif atau penolakan.

Social anxiety bisa disebabkan oleh pengalaman buruk di masa lalu, seperti bullying, penolakan, atau kritikan.

Orang yang mengidap social anxiety sering merasa kesepian karena merasa tidak ada yang mengerti atau menerima mereka.

Itulah delapan ciri Anda kesepian saat kecil dan efeknya pada versi dewasa Anda, salah satunya Anda mengidap social anxiety.

Kesepian adalah perasaan yang tidak menyenangkan dan bisa berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik.

Jika Anda merasa kesepian, cobalah untuk mencari bantuan profesional, bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan minat Anda, atau berbicara dengan orang yang Anda percaya.

Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian dan selalu ada orang yang peduli dengan Anda. (jpg)

 

Editor : Tina Mamangkey
#kesepian saat kecil #Kesepian #sosial anxiety #Efek kesepian saat kecil