RADARPAPUA - Ketakutan yang dialami pria terhadap perempuan dalam hubungan romantis adalah fenomena yang kompleks dengan berbagai manifestasi.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. James O'Neil dan rekannya, ketakutan ini dipandang sebagai akar dari konflik peran gender, yang pada gilirannya berkorelasi dengan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, harga diri rendah, bahkan bunuh diri pada pria.
Pengaruh dari pengasuhan dan ketergantungan sejak bayi juga berperan dalam pembentukan ketakutan ini.
Penelitian di berbagai bidang, seperti studi pria, gender, psikologi perkembangan, dan klinis, menunjukkan bahwa hubungan sensitif dan responsif antara bayi dan pengasuhnya, terutama ibu, memainkan peran penting dalam perkembangan ketakutan ini.
Di samping itu, terdapat juga faktor-faktor lain yang menyumbang pada ketakutan pria terhadap perempuan, termasuk pengalaman traumatis seperti pelecehan seksual atau kekerasan dalam rumah tangga, stereotip gender negatif, ketidakpercayaan diri, serta ketakutan akan komitmen.
Untuk mengatasi ketakutan ini, penting bagi pria untuk menghadapinya secara langsung, berkomunikasi dengan pasangan, dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.
Bagi perempuan, penting untuk bersabar, memberikan dukungan, dan berkomunikasi terbuka dengan pasangan mereka.
Dengan memahami akar ketakutan ini, diharapkan pria dan perempuan dapat bekerja sama untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan memuaskan. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey