Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kisah Kearifan Suku Tengger, Memelihara Tradisi di Kawasan Gunung Bromo

Nur Fadilah • Senin, 1 April 2024 | 09:20 WIB

Suku Tengger, Gunung Bromo, dan Yadnya Kasada. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Suku Tengger, Gunung Bromo, dan Yadnya Kasada. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

RADARPAPUA
-Di pedalaman Jawa Timur, tepatnya di sekitar Gunung Bromo, terdapat sebuah suku yang hidup dalam harmoni dengan alam dan warisan nenek moyang mereka.

Suku Tengger, atau dikenal juga sebagai Wong Tengger, merupakan komunitas yang memelihara tradisi kuno dalam lanskap yang memukau ini.

Asal Usul Suku Tengger

Suku Tengger mendiami kawasan sekitar Gunung Bromo, salah satu gunung berapi paling ikonik di Indonesia. Nama "Tengger" sendiri berasal dari kata "Teng," yang merupakan singkatan dari dua nama dewa dalam kepercayaan Hindu, yaitu "Brahma" dan "Wisnu." Legenda mengatakan bahwa ketika Prabu Bromo - roh gunung - menikahi Roro Anteng, mereka menjadi leluhur Suku Tengger.

Tradisi dan Ritual yang Kekal

Suku Tengger terkenal dengan kepercayaan dan ritual mereka yang kaya akan makna. Salah satunya adalah Yadnya Kasada, ritual tahunan yang diadakan pada bulan ke-14 dalam penanggalan Tengger.

Baca Juga: Menyelusuri Kekayaan Budaya Suku Aborigin, 6 Fakta Menarik yang Perlu Anda Ketahui

Pada perayaan ini, suku Tengger memanjat ke kawah Gunung Bromo untuk memberikan persembahan kepada para dewa, berupa hasil panen dan hewan kurban. Ritual ini merupakan bentuk penghormatan dan rasa syukur atas berkah alam yang mereka terima.

Kehidupan Sehari-hari dan Pemeliharaan Lingkungan

Meskipun hidup di era modern, Suku Tengger tetap mempertahankan gaya hidup tradisional mereka. Mereka menggembalakan ternak, menanam tanaman, dan hidup dalam komunitas yang solid.

Keterlibatan dalam memelihara lingkungan sekitar, termasuk menjaga kebersihan dan keseimbangan ekosistem, adalah bagian integral dari kehidupan sehari-hari mereka.

Pariwisata dan Tantangan Modern

Dengan popularitas Gunung Bromo sebagai tujuan wisata yang terkenal, Suku Tengger juga menghadapi tantangan-tantangan modern.

Peningkatan jumlah pengunjung dapat memengaruhi kelestarian lingkungan dan tradisi mereka. Namun, sebagian besar dari mereka tetap berkomitmen untuk menjaga identitas budaya mereka sambil menyambut wisatawan dengan ramah.

Suku Tengger adalah contoh yang menginspirasi tentang bagaimana sebuah komunitas dapat memelihara tradisi kuno mereka sambil beradaptasi dengan dunia modern.

Dengan melestarikan warisan nenek moyang mereka dan menjaga keseimbangan dengan alam, Suku Tengger memancarkan kebijaksanaan dan keindahan yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari mereka di kaki Gunung Bromo.(detik)

Editor : Nur Fadilah
#jawa timur #Suku Tengger #gunung bromo