RADARPAPUA - Seniman, pelestari lingkungan, dan fotografer bawah laut profesional, Jason deCaires Taylor, telah menorehkan jejaknya di dunia seni dan konservasi.
Dilahirkan pada tahun 1974 dari ayah Inggris dan ibu Guyana, Taylor lulus dari London Institute of Arts pada tahun 1998 dengan gelar BA Honours di bidang Patung.
Baca Juga: Karya Ajaib di Dasar Laut: Jason deCaires Taylor, Penyelamat Laut yang Menginspirasi
Sebagai seorang seniman yang produktif, Taylor menjadi salah satu dari generasi baru seniman yang menggeser konsep gerakan seni daratan ke ranah lingkungan laut.
Hal ini diikuti pada tahun 2009 ketika ia menjadi salah satu pendiri MUSA (Museo Subacuático de Arte), sebuah koleksi besar lebih dari 500 karya patungnya, yang
dipasang antara Cancun dan Isla Mujeres di Meksiko.
Proyek-proyek besar lainnya termasuk Museo Atlantico (2016), sebuah koleksi lebih dari 300 patung dan bentuk arsitektural yang tenggelam di Lanzarote, Spanyol, yang pertama kali ada di perairan Eropa.
The Rising Tide (2016 di Sungai Thames, London) dan Ocean Atlas, patung tunggal monumental seberat 60 ton yang terletak di Bahama.
Karya-karya tersebut dibangun menggunakan bahan pH netral untuk merangsang pertumbuhan alami dan perubahan-perubahan berikutnya yang dimaksudkan untuk menjelajahi estetika kerusakan, kelahiran kembali, dan metamorfosis.
Baca Juga: Kisah Ajaib: Kota Rom Kuno Terendam Terungkap! Temukan Kota Resor Mewah yang Tenggelam di Laut dengan Harta Karun yang Masih Utuh
Proyek seni publik pionirnya bukan hanya contoh konservasi laut yang berhasil, tetapi juga karya seni yang bertujuan untuk mendorong kesadaran lingkungan, menginisiasi perubahan sosial, dan membawa kita untuk menghargai keindahan alam bawah laut yang memukau.
Dengan dedikasi dan bakatnya, Jason deCaires Taylor telah menjadi sosok yang menginspirasi, merangkul seni dan lingkungan sebagai satu kesatuan, dan meninggalkan warisan yang akan dikenang oleh generasi mendatang. (Nal)
Editor : Richard Lawongan