RADARPAPUA - Mengarungi waktu ribuan tahun yang lalu, para peneliti dari Balai Arkeologi Papua, pada penelitian Mei 2018 yang lalu, memasuki lorong-lorong gelap gua-gua prasejarah yang menyimpan rahasia masa lalu di sekitar Danau Sentani, Papua. Ditemani oleh warga setempat yang penuh semangat, mereka memulai perjalanan yang penuh tantangan untuk mengungkap cerita-cerita kuno yang tersembunyi di dalamnya.
Penelitian yang dilakukan oleh para ahli ini mengungkap jejak kehidupan prasejarah selama 3.000 tahun di kawasan Danau Sentani. Dengan teliti, mereka mengumpulkan artefak-artefak kuno seperti pecahan gerabah dan serpihan tulang hewan yang menjadi saksi bisu peradaban yang telah lama berlalu.
Namun, eksplorasi mereka tidak berhenti di situ. Melangkah lebih jauh, mereka menelusuri Kampung Asei Besar dan situs prasejarah di Yomokho. Di sini, di tengah hamparan alam yang memesona, mereka menemukan petunjuk-petunjuk baru dalam bentuk tujuh kapak batu dan pecahan gerabah yang mengisyaratkan tentang kehidupan manusia purba yang pernah berkembang di kawasan ini.
Namun, misteri yang tersembunyi di balik temuan-temuan ini semakin terungkap ketika hasil analisis laboratorium mengungkap bahwa kehidupan di situs Yomokho sudah ada sejak 2.950 tahun yang lalu. Temuan ini memperkaya pemahaman kita tentang masa lalu yang kaya dan kompleks di kawasan Danau Sentani.
Para ahli arkeologi juga merujuk pada penelitian sebelumnya oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, yang telah berhasil mendata kapak lonjong dan manik-manik di Dobonsolo, serta melakukan survei di situs megalitik Tutari dan survei geologi di sepanjang jalan Genyem-Sentani-Jayapura.
Danau Sentani, dengan keindahan alamnya yang memikat hati, terus menjadi sumber inspirasi bagi peneliti. Mereka percaya bahwa masih banyak cerita-cerita prasejarah yang belum terungkap di kawasan ini, menantang mereka untuk terus menjelajahi dan mengungkap rahasia masa lalu yang tersembunyi di balik alam yang megah ini. (jib)
Editor : Jasinta Bolang