RADARPAPUA - Selama 150 tahun terakhir, para ilmuwan telah menyelidiki tablet tanah liat kuno yang mencatat tabrakan asteroid besar yang disebut Köfel. Tablet bundar ini ditemukan di bawah tanah di Nineveh, Irak, dan ternyata berasal dari peradaban Sumeria yang jauh lebih tua daripada yang sebelumnya dikira.
Tablet ini merupakan alat astronomi pertama yang disebut "Astrolabe", dengan gambar-gambar bintang dan unit pengukuran sudut yang memetakan langit di atas Mesopotamia pada tahun 3.300 SM.
Meskipun sebagian besar tablet hilang, para peneliti modern telah mengonfirmasi bahwa ini adalah catatan astronomi Sumeria yang mencatat sebuah peristiwa langka: tabrakan asteroid di Köfel, Austria, sekitar tahun 3.100 SM.
Meskipun tidak ada kawah, tabrakan ini menciptakan tekanan besar yang memicu tanah longsor raksasa, namun asteroid tersebut meledak sebelum mencapai titik dampak akhirnya.
Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa tablet tersebut adalah catatan dari seorang astronom Sumeria tentang sebuah asteroid yang memiliki diameter lebih dari satu kilometer dan mengorbit Matahari dekat dengan Bumi, yang akhirnya menabrak Köfel.
Observasi astronomi ini membantu memahami kenapa tidak ada kawah di situs tabrakan, karena asteroid tersebut menyapu sebuah gunung sebelum meledak.
Peta bintang kuno ini membuktikan bahwa peradaban Sumeria memiliki pengetahuan astronomi yang maju pada masanya, dengan kemampuan untuk merekam peristiwa alam yang signifikan.
Baca Juga: Penemuan Menakjubkan: Kota Kuno Heracleion, yang Hilang Selama 1.200 Tahun, Kembali ke Permukaan Setelah Ribuan Tahun di Bawah Air
Penemuan ini mengguncang dunia arkeologi dan astronomi, membuka wawasan baru tentang hubungan antara peristiwa langit dan sejarah manusia pada masa kuno. (Nal)