RADARPAPUA - Sebuah penemuan besar di dasar laut utara Papua menggemparkan komunitas ilmiah dan arkeologi. Struktur raksasa yang disebut sebagai Jayapura Wall Northern ditemukan di dasar Samudra Pasifik, menimbulkan spekulasi mengenai peradaban kuno yang hilang seperti Banu Amaliqah atau Atlantis.
Penemuan ini melibatkan berbagai sejarawan, arkeolog, dan peneliti dari berbagai bidang ilmu. Melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ahli geologi tektonik Haryadi Permana telah memberikan penjelasan penting terkait video yang menunjukkan struktur raksasa tersebut.
Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Muhammad Burhannudinnur, juga menyarankan untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut guna memvalidasi temuan ini.
Video yang menunjukkan struktur tembok raksasa ini pertama kali muncul di sebuah blog pada tahun 2011.
Namun, video tersebut kembali menjadi viral pada tahun 2023, menarik perhatian publik dan memicu diskusi di media sosial serta di kalangan ilmuwan.
Tembok raksasa ini ditemukan di dasar laut utara Papua, tepatnya pada koordinat 1 derajat 59’46,9’’ Selatan dan 141 derajat 29’24.6239’’ Timur.
Struktur ini diduga memiliki panjang 110 km, ketinggian 1860 meter, dan lebar 1700 meter, menjadikannya salah satu penemuan bawah laut terbesar yang pernah dicatat.
Penemuan ini menarik perhatian karena ukurannya yang luar biasa dan spekulasi yang mengaitkannya dengan peradaban kuno atau mitos seperti Atlantis.
Banyak yang berharap penemuan ini bisa mengungkapkan rahasia sejarah yang tersembunyi di dasar laut.
Namun, tidak semua pihak yakin dengan temuan ini. Video yang beredar menimbulkan berbagai spekulasi, dan Haryadi Permana dari BRIN mengklarifikasi bahwa gambar tersebut adalah citra palsu dari ekspedisi Perang Dunia II.
Menurut Permana, tembok raksasa ini sebenarnya adalah hasil dari peta ekspedisi US Navy dengan resolusi rendah, dan bukan struktur raksasa yang sebenarnya.
Setelah penemuan ini mengundang cukup banyak respons di dunia maya, Google Earth diketahui telah menghapus citra tembok tersebut dari pemetaan satelit. Langkah ini menambah lapisan kontroversi dan misteri terhadap penemuan yang telah memikat perhatian global ini.
Penemuan ini terjadi secara tidak sengaja oleh ilmuwan yang melakukan penyelaman di dasar laut. Meskipun sudah ada klarifikasi dari BRIN, penemuan ini tetap menjadi topik yang hangat dibicarakan, baik di kalangan akademisi maupun masyarakat umum.
Hal ini menunjukkan betapa besar rasa ingin tahu manusia terhadap misteri yang terkubur di dasar laut.
Dengan berbagai spekulasi dan kontroversi yang menyertai penemuan ini, para ilmuwan dan peneliti terus berupaya melakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan kebenaran.
Validasi dari berbagai pihak, termasuk Ikatan Ahli Geologi Indonesia, diharapkan dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang asal-usul struktur raksasa ini.
Jayapura Wall Northern di dasar laut utara Papua telah membuka babak baru dalam dunia arkeologi bawah laut.
Penemuan ini tidak hanya menantang pemahaman kita tentang sejarah dan peradaban kuno, tetapi juga mengingatkan kita bahwa masih banyak misteri yang tersembunyi di dasar lautan dunia. (*)
Editor : Jasinta Bolang