Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Luar Biasa! Pedang Segi Delapan Berusia 3.000 Tahun Ditemukan di Makam Kuno Jerman, Masih Tajam dan Mengguncang Sejarah!

Richard Lawongan • Kamis, 30 Mei 2024 | 22:40 WIB
Pedang segi delapan berusia 3.000 tahun yang ditemukan masih dalam keadaan baik dan masih tajam.
Pedang segi delapan berusia 3.000 tahun yang ditemukan masih dalam keadaan baik dan masih tajam.

RADARPAPUA - Di Jerman, ditemukan pedang berusia 3.000 tahun dalam kondisi sangat baik. Pedang ini ditemukan bersama barang-barang lain di sebuah makam yang berisi jenazah seorang pria, wanita, dan anak-anak. Penemuan ini sangat jarang terjadi di daerah tersebut karena banyak makam telah dijarah atau digali pada abad ke-19.

Baca Juga: Penemuan Makam Kerajaan Nomaden Berusia 2.000 Tahun dan Harta Karun Artefak

Pedang segi delapan yang ditemukan masih dalam keadaan baik dan masih tajam.
Pedang segi delapan yang ditemukan masih dalam keadaan baik dan masih tajam.

Pedang ini mirip dengan pedang tipe Bronze D dari Rixheim, dengan pegangan yang dibuat langsung di atas bilah pedang. Bentuk pegangannya "berbentuk segi delapan" dan dihiasi dengan rumit. Bilah pedangnya tidak memiliki bekas benturan, yang menunjukkan bahwa pedang ini mungkin digunakan untuk upacara atau melambangkan status tinggi. Meskipun begitu, menurut para peneliti, pedang ini tetap bisa digunakan sebagai senjata karena pusat gravitasi bilahnya menunjukkan bahwa pedang ini cocok untuk menebas.

Baca Juga: Pemandangan Menakjubkan di Bawah Air: Kota Singa yang Tetap Utuh Setelah 1.300 Tahun

Pedang segi delapan yang ditemukan masih dalam keadaan baik dan masih tajam.
Pedang segi delapan yang ditemukan masih dalam keadaan baik dan masih tajam.


Mathias Pfeil, kepala Kantor Negara Bagian Bavaria untuk Pelestarian Monumen, mengatakan, “Pedang dan makam ini perlu diteliti lebih lanjut oleh para arkeolog kami untuk mendapatkan klasifikasi yang lebih tepat. Namun, sudah bisa dikatakan bahwa kondisinya sangat luar biasa! Penemuan seperti ini sangat jarang terjadi!”

Penelitian sedang dilakukan untuk menentukan apakah pedang ini dibuat secara lokal atau diimpor. Pada Zaman Perunggu, ada tiga pusat utama distribusi pedang berbentuk segi delapan: satu di Jerman Selatan, satu di Jerman Utara, dan satu lagi di Denmark.

Baca Juga: Heboh! Dinding Bawah Laut Misterius Ditemukan di Bawah Laut

Pada Zaman Perunggu, ada tiga pusat utama distribusi pedang berbentuk segi delapan: satu di Jerman Selatan, satu di Jerman Utara, dan satu lagi di Denmark.
Pada Zaman Perunggu, ada tiga pusat utama distribusi pedang berbentuk segi delapan: satu di Jerman Selatan, satu di Jerman Utara, dan satu lagi di Denmark.

Perbandingan teknik pembuatan dan dekorasi menunjukkan bahwa beberapa pedang berbentuk segi delapan di Utara mungkin merupakan tiruan dari bentuk Jerman Selatan, sementara yang lainnya bisa jadi adalah barang impor asli atau hasil karya pengrajin keliling. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Rixheim #Sejarah Dunia #pedang tipe Bronze D #makam kuno #Pedang Segi Delapan #pedang kuno #Barang berharga #Penelitian Arkeologi #Penemuan Arkeologi #artefak kuno #zaman perunggu #Sejarah Jerman