Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Ditemukan Secara Tidak Sengaja! Ini Penampakan Kota Bawah Tanah Derinkuyu

Jasinta Bolang • Jumat, 31 Mei 2024 | 13:00 WIB
Gambar Peta Kota Bawah Tanah Derinkuyu
Gambar Peta Kota Bawah Tanah Derinkuyu

RADARPAPUA - Derinkuyu, kota bawah tanah kuno yang menakjubkan, ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1963 oleh seorang pria Turki yang sedang merenovasi rumahnya.

Terletak di dekat provinsi Nevsehir di wilayah Cappadocia, Turki, kota ini dibuka sebagian untuk kunjungan dua tahun kemudian, pada tahun 1965.

Kota bawah tanah Derinkuyu adalah yang terbesar di dunia, dengan kedalaman sekitar 85 meter dan mencakup 18 lantai. Pada masa jayanya, kota ini mampu menampung hingga 20.000 orang.

Gambar Peta Kota Bawah Tanah Derinkuyu
Gambar Peta Kota Bawah Tanah Derinkuyu

Derinkuyu memiliki berbagai fasilitas seperti kandang, gudang, penjara, ruang makan, gereja, dan bahkan sekolah misionaris di lantai dua. Kota ini memiliki sistem ventilasi yang canggih dengan lebih dari 15.000 poros yang mencapai bagian terdalam kota, serta poros ventilasi utama sedalam 55 meter yang juga berfungsi sebagai sumur air.

Struktur Derinkuyu yang sempit, yang menyulitkan dua orang berjalan berdampingan, dirancang sebagai sistem pertahanan. Insinyur kota ini mengembangkan sistem pertahanan yang terdiri dari batu baut bulat yang tidak bisa digerakkan dari luar untuk menutup jalan penghubung dengan cepat jika terjadi serangan.

Gambar Peta Bawah Tanah Derinkuyu
Gambar Peta Bawah Tanah Derinkuyu

Sejarah Derinkuyu masih menjadi misteri besar, dengan sedikit catatan sejarah tentang asal-usulnya. Beberapa arkeolog percaya bahwa bagian tertua dari kompleks ini dibangun sekitar tahun 2000 SM oleh bangsa Het, kemudian digunakan oleh bangsa Frigia sekitar tahun 700 SM, dan kemudian berpindah tangan dari Frigia ke Persia, lalu ke komunitas Kristen pada abad-abad pertama Masehi.

Kota ini akhirnya ditinggalkan oleh orang-orang Yunani Kapadokia pada 1920-an akibat perang Yunani-Turki.Saat ini, hanya 10% dari kota bawah tanah Derinkuyu yang dibuka untuk umum, tetapi keajaiban arsitektur dan sejarahnya terus menarik minat para wisatawan dan peneliti dari seluruh dunia. 

Editor : Jasinta Bolang
#arkeolog #kota bawah tanah #Peradaban Kuno #Turki #Cappadocia