Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Dibalik Mitos Viking: Apa Benar Mereka Pakai Helm Bertanduk?

Richard Lawongan • Selasa, 9 Juli 2024 | 22:45 WIB

Helm & Pelindung Dada Gladiator Perunggu.
Helm & Pelindung Dada Gladiator Perunggu.

RADARPAPUA -
Helm bertanduk pernah digunakan oleh banyak orang di dunia kuno, termasuk dalam upacara keagamaan. Banyak bukti tentang helm ini berasal dari gambar, bukan benda aslinya.

Dua patung perunggu dari abad ke-12 SM di Enkomi, Siprus, menunjukkan dewa-dewa mengenakan helm bertanduk. Di Sardinia, puluhan prajurit dengan helm bertanduk digambarkan dalam patung dan patung raksasa Monte Prama, mirip dengan prajurit Shardana yang digambarkan oleh orang Mesir.

Di Denmark, helm bertanduk dari Zaman Perunggu (sekitar 1100–900 SM) ditemukan dekat Veksø pada tahun 1942. Temuan lainnya adalah Grevensvænge hoard dari Zealand, Denmark (sekitar 800–500 SM).

Baca Juga: Inilah Penemuan Menakjubkan: 100 Pedang Kuno Viking Terungkap di Estonia!

Helm bertanduk Veksø, dari Zaman Perunggu akhir (sekitar 1100-900 SM).
Helm bertanduk Veksø, dari Zaman Perunggu akhir (sekitar 1100-900 SM).

Di Thames, London, ditemukan Helm Waterloo (sekitar 150–50 SM), helm seremonial Keltik dengan dekorasi repousse. Helm-helm ini berbeda dari temuan sebelumnya dengan tanduk yang lebih abstrak dan kerucut.

Di Jepang pra-Restorasi Meiji, beberapa baju besi Samurai memiliki helm bertanduk atau dihias dengan tanduk air bison.

Dalam budaya populer, helm bertanduk sering dikaitkan dengan prajurit Viking. Namun, tidak ada bukti bahwa Viking benar-benar mengenakan helm bertanduk.

Penggambaran Viking dengan helm bertanduk adalah kreasi Romantisisme abad ke-19, terutama dalam opera Wagner's Der Ring des Nibelungen pada tahun 1876 oleh Carl Emil Doepler. (*)

Editor : Richard Lawongan
#zaman kuno #patung perunggu #Samurai #viking #Sardinia #zaman perunggu #Mitos Sejarah #Helm Bertanduk #Kebudayaan Kuno #Upacara Keagamaan